Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimDPR RI dan MUI Minta Pemerintah Hati-hati Terkait Pemulangan Eks ISIS

DPR RI dan MUI Minta Pemerintah Hati-hati Terkait Pemulangan Eks ISIS

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berencana memulangkan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks teroris anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kendati masih belum final, rupanya hal ini menjadi polemik dikalangan masyarakat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Tak terkecuali anggota DPR RI Aminurokhman yang mengatakan pemerintah perlu diapresiasi jika langkah yang dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi warga negaranya.

“Saya kira niatan pemerintah perlu diapresiasi jika sebagai bentuk perlindungan bagi warga negaranya. Namun perlu berhati-hati, sebab mereka didoktrin dengan ideologi yang berbeda dengan negara kita,”ucap Mantan Walikota Pasuruan periode 2000-2010 ini Rabu 5 Februari 2020.

Anggota DPR RI Komisi II dapil Pasuruan Probolinggo ini menilai, prinsip kehati-hatian sangat perlu diperhatikan pemerintah. Hal ini agar dikemudian hari tak muncul persoalan baru.

“Kalau melalui pendekatan humanis kita hargai, namun agar tidak terjadi dampak negatif perlu ada screaning dahulu,”tambah politisi Nasdem ini.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo KH. Nizar Irsyad tegas meminta pemerintah melakukan pengawasan ekstra terlebih dahulu.

Lebih jauh, KH Nizar memahami bahwa niatan pemerintah baik sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negaranya. Pihaknya setuju kalau negara berupaya melindungi warganya dari radikalisme, pemurtadan dan ajaran sesat.

“Saya kira MUI setuju, namun selain hati-hati ada syarat harus dilakukan, seperti pembinaan dan deradikalisasi termasuk melibatkan MUI,”ucapnya melalui sambungan seluler.

Pihaknya menilai eks ISIS boleh saja dipulangkan dengan catatan berkenan kembali ke jalan yang benar. Termasuk pembinaan dengan mematuhi aturan negara dan segala perangkatnya.

“Kalau mereka masih membangkang, dilakukan pembinaan tidak berkenan, tidak mengakui NKRI pemerintah harus tegas. Cabut saja kewarganegaraannya,”tegasnya.

Namun pihaknya berpesan, agar pemerintah mengedepankan cara-cara humanis terhadap eks ISIS. Pihaknya berharap agar eks ISIS kembali menjadi warga negara yang baik.

Diketahui, ada sekitar 600 warga negara Indonesia yang teridentifikasi sebagai eks ISIS. Mereka tersebar di beberapa negara, seperti Suriah, Irak, dan Afganistan. (ras)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Pakar Politik Nilai PDIP Jadi Kunci Prabowo Menang Pilpres 2024

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju menjadi calon presiden digaungkan sejumlah kalangan salah satunya baru-baru ini dari Persatuan Purnawirawan Indonesia...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily