Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimDitresnarkoba Polda Jatim Gagalkan Transaksi 6 Kilogram Sabu, 2 Dibekuk, 3 DPO

Ditresnarkoba Polda Jatim Gagalkan Transaksi 6 Kilogram Sabu, 2 Dibekuk, 3 DPO

- Advertisment -spot_img

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya (Ditresnarkoba) Polda Jatim membongkar perdagangan barang haram sabu seberat 6 kilogram di Kota Surabaya, pada 16 Februari 2021 di Kupang Gunung Timur, pukul 16.00 WIB.

Ceritanya, sebelum berhasil menyita barang bukti 6 kilogram (Kg) , petugas terlebih dahulu meringkus kurir sabu yang disebut – sebut masyarakat, sering bertransaksi di kawasan Putat Jaya, Surabaya.

Kurir sabu ini, bernama IS alias J (35) warga Kupang Gunung Jaya, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, dengan barang bukti sebanyak 22,81 gram sabu.

Di depan petugas, tersangka IS alias J ini menjalankan bisnis dengan modus membeli sabu dari HRS, warga Desa Porong, Sidoarjo. HRS, saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Rencananya, sabu seberat 22,81 gram oleh tersangka akan dijual kepada penikmat barang haram di kawasan Surabaya dan Sidoarjo dengan dijadikan paketan kecil.

Didampingi Wakil Direktur Reserse Narkoba, AKBP Aris Supriono dengan Kasubdit I Ditresnarkoba Kompol Daniel Manduri, Kabid Humas Polda Jatim merilis hasil ungkap peredaran Narkoba jenis sabu di Surabaya dan Sidoarjo ini, Kamis (18/2/2021).

Polda Jatim Gandeng Polres Mojokerto

Keberhasilan Polisi ini berkat kerjasama Ditresnarkoba Polda Jatim bersama dengan Polres Mojokerto Kabupaten dalam melakukan penyelidikan.

“Anggota Ditresnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat jika sering terjadi transaksi sabu di Putat Jaya. Anggota melakukan penyelidikan hingga melakukan penangkapan terhadap tersangka IS,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis.

“Anggota terus mengembangkan hasil ungkap kali ini. Dari tersangka utama ini, akhirnya petugas kembali meringkus tersangka lain di Sidoarjo,” tambahnya.

Sementara itu dari hasil pengembangan yang dilakukan, polisi akhirnya kembali meringkus satu tersangka lain, ES (27) warga Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Tersangka ES dideteksi sebagai anak buah dari HRS – yang kini jadi DPO polisi. ES sendiri diringkus di rumah kontrakannya di Jalan Raya Suko Legok, Desa Legok Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

“Tersangka ES ini diringkus di Sukodono, Sidoarjo. Dia diringkus saat di rumah kontrakannya. Dari tangan tersangka, diamankan sabu seberat 5 kilo yang dibungkus memakai daun teh cina,” jelasnya.

Polisi Temukan 5 Bungkus Sabu

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 5 bungkus sabu. Yang dibungkus dengan teh cina dengan berat 5,521 gram serta 7 bungkus plastik klip berisi narkoba dengan berat 455 gram.

Berdasarkan interograsi polisi terhadap tersangka ES, sabu yang dia kuasai adalah milik RMB yang kini menjadi DPO. Selain RMB, satu orang lain yang juga menjadi DPO yakni SNY.

Tersangka ES sendiri mengaku sudah dua kali menerima sabu dari RMB untuk diedarkan. Jika berhasil, tersangka ES akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 50 juta.

“Kini anggota juga masih memburu dua tersangka lain yang diduga menjadi bandar besar sabu,” pungkasnya.

Dari perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2. UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR