Selasa, September 21, 2021
BerandaNewsJatimDi Jember, Bertahun-Tahun Gunung 'Emas' Manggar Terus Diburu Secara Liar

Di Jember, Bertahun-Tahun Gunung ‘Emas’ Manggar Terus Diburu Secara Liar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Selama satu dekade ini, aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Manggar yang terletak di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember masih berlangsung.

Penambang-penambang liar seolah tidak mau berhenti mengeruk tanah dari sana untuk diolah menjadi batu mulia meski sudah banyak diantara mereka yang ditangkapi petugas dan harus berurusan dengan hukum pidana.

Hal itu tampak dari ditemukannya belasan titik lubang dengan kedalaman rata-rata 50 meter. Selain itu, juga terdapat gubuk-gubuk beratap terpal serta beberapa alat penarik dan tali pertanda sebagai bekas aktivitas penambangan.

“Sementara yang kami temukan lebih dari 10 lubang,” terang Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arif diwawancarai nusadaily.com pada Sabtu, 12 Juni 2021.

BACA JUGA: Cari Ranting Pohon Loa, Anggota Polisi di Banyuwangi Justru Temukan 5 Bondet

Sementara ini, hanya 2 lubang yang dapat ditutup karena saking dalamnya bekas galian. Sedangkan, gubuk maupun terpal dan peralatan tali tambang dibakar. Tujuannya agar tidak digunakan kembali oleh penambang liar.

Sehari lalu, Solekhan bersama petugas dari Perhutani KPH Jember. “Pagi masih banyak kegiatan. Kemudian saya kesana setelah sholat Jum’at, jadi tidak nutut waktunya menutup semua lubang,” ujarnya.

Dia mengaku perlu kerja keras dalam upaya menindak para penambang liar. Sebab, banyak sekali akses jalan menuju kawasan Gunung Manggar yang membuat gampang penambang liar datang sewaktu-waktu maupun kabur saat didatangi petugas.

- Advertisement -

Menurut Solekhan, ada beberapa kasus sedang disidik polisi berkaitan dengan pengolahan emas yang bahannya berasal dari galian tambang liar Gunung Manggar.

“Tapi, Polres yang menangani,” tutur mantan KBO Satreskrim Polres Jember itu.

Gunung Manggar termasuk kawasan hutan untuk tanaman jati yang dikelola oleh Perhutani. Pemerintah tidak pernah mengijinkan usaha pertambangan disana, sehingga ditambang secara liar.

Penambangan liar Gunung Manggar berawal dari peristiwa sekitar tahun 2010 silam yang secara tiba-tiba beberapa warga mengaku berhasil mengolah tanah dengan mendapat 42 gram emas.

Bekas-bekas lubang dan peralatan penambang liar yang digunakan menggali tanah mengandung emas di Gunung Manggar. (nusadaily.com/ Sutrisno)

Sontak kabar tersebut beredar luas secara cepat. Dalam sekejap banyak warga, bahkan dari luar Jember ramai-ramai berdatangan untuk menambang emas di Gunung Manggar.

Mereka tampaknya tergoda untuk mendulang emas, karena sebelumnya tanah Gunung Manggar hanya dimanfaatkan untuk pembuatan gerabah.

Semenjak itu hingga sekarang, kepolisian maupun Perhutani pontang-panting melakukan penangkapan penambang liar. Bukan hanya kesulitan menangkap, aparat juga dibuat kebingungan menangani beberapa kali kasus kematian orang di Gunung Manggar.

Berdasarkan sejumlah penelitian, ada banyak modus untuk melanggengkan penambangan liar. Pada tahun 2014, Abdul Haris Hamidi, mahasiswa Sosiologi dari Universitas Jember dalam penelitian akhirnya memperoleh kenyataan tentang motif ekonomi yang berkelindan dengan relasi sosial.

Penggalian tanah yang mengandung emas bertujuan untuk mendulang keuntungan finansial. Para penambang liar berhubungan erat dengan orang-orang tertentu yang memiliki modal lebih dan berkemampuan mengolah untuk diambil emasnya.

Berikutnya, tahun 2015, Arif Wicaksono, juga mahasiswa Sosiologi Universitas Jember dalam studinya ke lokasi menyebut terjadi kesengajaan mengkonstruksi mitologi tentang Gunung Manggar.

Penambang liar bersama tokoh masyarakat dan oknum aparat membuat mitos tertentu supaya kepentingannya menjarah tanah tidak terganggu oleh orang lain. Mitos keangkeran dan hal-hal mistis lainnya dimaksudkan menakut-nakuti masyarakat awam agar menjauhi kawasan Gunung Manggar. (sut/kal)

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Genjot Pelatihan Inkubasi, Pemkot Mojokerto Targetkan Bentuk Ribuan Wirausahawan Baru

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan ribuan pengusaha baru bakal terlahir di tengah pandemi COVID-19. Hal itu ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika...