Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaNewsJatimDarurat Corona Jatim, Gubernur Khofifah dan PWNU Akan Gelar Doa Bersama

Darurat Corona Jatim, Gubernur Khofifah dan PWNU Akan Gelar Doa Bersama

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – KH Agoes Ali Mashuri, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan Sidoarjo, usai rapat bersama Gubernur Jawa Timur, terkait Pandemi Corona mengatakan akan menggerakkan doa bersama santri secara massal dan serentak.

Hal itu sebagai langkah spiritual mengetuk pintu langit mengimbangi langkah dhohir dan fisik yang telah dilakukan Pemerintah.

Ditemui usai rapat Pandemi Corona di Aula Grahadi, Selasa, 24 Maret 2020 siang, bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Lestianto Dardak, dan Ketua Satuan Gugus Tugas, Heru Tjahjono, mengatakan bahwa doa massal itu tidak dilakukan dengan pengumpulan massa dalam satu waktu dan satu tempat.

“Kita dan semua kiai yang memiliki Pondok Pesantren memiliki banyak santri, ribuan dan puluhan ribu santri yang sekarang sedang belajar di rumah untuk digerakkan secara serentak dari rumah mereka masing masing membacakan doa khusus/ijazah untuk mengetuk langit sebagai upaya lain dari apa yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi,” ujarnya.

Merespon itu,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana support yang dilakukan para kiai pemimpin Pondok pesantren untuk menggerakkan para santri berdoa bersama.

Khofifah, agak risau melihat pergerakan angka pasien ODP dari 1.405 menjadi 2.003, angka PDP dari 125 menjadi 142 dan positif Corona dari 41 menjadi 51 per hari Selasa, 24 Maret 2020.

Katanya, dari beberapa ikhtiar Forkopimda, relawan, Bupati/WaliKota dan Tim Gugus Tugas Provinsi, kini mendapat support dukungan dari para ulama.

Khofifah sangat mengapresiasi langkah para kiai sebagai bagian upaya penanggulangan massif dan efektif pencegahan penyebaran virus Covid 19 di Jatim ini.

 “Iyaa para kiai tadi menjelaskan begitu. Doa bersama santri tidak dikumpulkan di satu titik, akan tetapi menyebarkan ijazah untuk dibaca santri di tempat masing – masing secara serentak,” ujarnya.

Dia setuju dengan istilah dari KH Agoes Ali Mashuri langkah itu sebagai cara lain mengetuk pintu langit. “Karena semua bentuk ikhtiar sudah dilakukan,” ujar Khofifah.

Khofiffah juga mengakui mendapat support dari 1.826 relawan berasal dari mahasiswa kesehatan, mengingat tidak ada kota atau daerah di Jatim yang tidak ada ODP nya.

1.826 relawan kesehatan yang bergabung di Jatim,  secara gotong royong kekuatan baru langkah Penanggulangan Masif dan Efektif Covid , di Jatim.

“Mereka bisa melakukan pola edukatif,  preventif dan promotif sesuai kapasitas masing – masing. Mereka seminggu ini telah membantu sosialisasi membuat animasi, karikatur dan update data dan langkah efektifitas update data serta konsultasi terkait Covid 19,” papar Khofifah lagi.

Dijelaskan Khofifah, Satuan Gugus Tugas Pemprov memiliki empat rumpun tugas yakni:  rumpun preventif dan promotif, rumpun kuratif, rumpun tracing dan sosial ekonomi.(ima)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu