Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsJatimDapur Umum Milik Dinsos Sidoarjo Dinilai Tidak Efektif dan Wajib Dievaluasi

Dapur Umum Milik Dinsos Sidoarjo Dinilai Tidak Efektif dan Wajib Dievaluasi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Dhamroni Chudlori Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo menilai keberadaan dapur umum yang dikelola Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo tidak efektif dan wajib dievaluasi.

Sebab, dapur umum tersebut hanya melayani warga yang melakukan isolasi di enam shelter. Diantaranya yang berada di Kecamatan Sidoarjo, Krian, Taman, Sedati, dan Porong.

“Dalam satu hari hanya melayani 88 nasi kotak, itupun sudah termasuk dengan tenaga medis dan penjaga Shelter. Masak harus keliling ke tiap shelter hanya untuk mengantarkan 4 nasi kotak, jelas itu tidak efektif,” kata Dhamroni Chudlori saat melakukan sidak dapur umum di area Kantor Dinsos Sidoarjo, Rabu (28/7/2021).

BACA JUGA: DPRD Sentil Pemkab Sidoarjo: Penutupan Jalan Sukses Batasi Mobilitas Warga, Tapi Gagal Kendalikan Covid-19

Politisi dari PKB itu menyarankan keberadaan dapur umum itu harus mencakup pada warga yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah. Karena dari kemarin banyak masyarakat isoman kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

“Saya menyarankan dapur umum itu diletakan di setiap kecamatan atau desa dengan menggandeng warung nasi setempat. Selain efektif juga dapat membantu perekonomian masyarakat desa,” ujarnya.

Selain itu, dari hasil sidak tadi ia mendapat informasi bahwa shelter yang di Kecamatan Porong masih baru melakukan rapat koordinasi dan belum melakukan pendataan terhadap warga calon penghuni shelter Isoman.

BACA JUGA: DPMD Sidoarjo Sebut 318 Desa Sudah Dirikan Posko Penanganan Covid-19

“Saya yakin tidak hanya di porong saja yang belum melakukan pendataan, shelter yang lain juga sama. Makanya banyak shelter yang kosong,” katanya

Untuk memaksimalkan keberadaan shelter isolasi, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak testing dan tracing kepada masyarakat. Sehingga penyebaran covid-19 di Sidoarjo benar-benar bisa diputus.

BACA JUGA: Rakor Penanganan Covid-19 Hanya Dihadiri Pejabat Eselon 4, DPRD Sidoarjo: Buat Apa Diteruskan?

“Pemkab Sidoarjo melalui puskesmas atau bidan desa harus memperbanyak testing dan tracing kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien covid-19. Kalau ada yang positif langsung dilakukan isolasi di shelter,” pungkasnya. (ful/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...