Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaNewsJatimCOVID-19 Anak Meningkat, Gubernur Khofifah: Tempat Paling Aman Adalah Rumah

COVID-19 Anak Meningkat, Gubernur Khofifah: Tempat Paling Aman Adalah Rumah

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ingatkan kepada seluruh orang tua agar tak bepergian bersama anak. Ia mengimbau saat ini tempat paling aman untuk anak adalah rumah.

Penularan COVID-19 yang semakin marak terjadi membuat Pemprov Jatim mengimbau keras untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di kehidupan bermasyarakat.

Terbentuknya klaster-klaster keluarga yang bisa saja menular pada anak menjadi hal yang sangat penting untuk dicegah.

Baca Juga: Sebelum Pesta Joget Bareng, Kades Tegalwangi Pidato Prokes COVID-19

Berdasar pada data yang dirilis oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, case fatality rate (CFR) atau kematian terhadap COVID-19 anak berada pada rentang tiga hingga lima persen. Hal tersebut berarti satu dari delapan pasien COVID-19 adalah anak-anak.

“Fakta ini harus menjadikan kita semakin waspada. Tidak usah bawa anak keluar rumah kalau itu tidak mendesak. Ajak anak bermain dan belajar dirumah saja. Tempat paling aman saat ini untuk anak adalah rumah,” ujar Khofifah di tempat isolasi, Kota Surabaya, Selasa (29.06/2021).

Baca Juga: Ini Tips Orang Tua Lindungi Anak dari COVID-19

Gubernur Khofifah lagi dan lagi menegaskan bahwa, jika tidak ada kepentingan berlebih atau urgen. Seyogyanya tidak membawa anak keluar rumah atau bermain diluar rumah. Hal tersebut disampaikannya guna melindungi anak dari paparan COVID-19.

“Saya harap orang tua bisa lebih bijak dalam menyikapi kecenderungan melonjaknya penyebaran COVID-19 saat ini. Kasus transmisi Corona antar anggota keluarga yang menyebabkan klaster keluarga meningkat sangat signifikan. Ini karena ada anggota keluarga yang tidak sadar terinfeksi corona karena tanpa gejala dan membawanya ke rumah,” terangnya.

Baca Juga: 36 Kasus Aktif COVID-19 pada Anak Ditemukan di Surabaya

Lebih lanjut, Perempuan nomor 1 di Jawa Timur tersebut menambahkan jika klaster keluarga adalah hal yang sangat berbahaya dan sangat berpotensi menyebar ke seluruh sanak-saudara yang ada pada lingkungan tersebut.

“Klaster keluarga bahaya karena di rumah itu kan mungkin ada lansia, ada ibu hamil serta ada anak kecil, orang tua yang kemungkinan dengan komorbid, yang berpotensi lebih memburuk saat terinfeksi corona. Kelompok rentan sangat mungkin ada di keluarga. Khusus anak-anak, mereka cenderung sulit mengutarakan gejala yang dirasakannya maka orang tua perlu waspada,” tambah Khofifah. (jar/ark)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...