Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimCalon PPS Lolos Tanpa Tes, KPU Blitar Dinilai Tak Profesional

Calon PPS Lolos Tanpa Tes, KPU Blitar Dinilai Tak Profesional

NUSADAILY.COM – BLITAR – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar dinilai tidak dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Berdasarkan pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar, ada sejumlah temuan dalam proses perekrutan calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2020.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Setiap PKPU, penyelenggara harus melaksanakan prinsip penyelenggaraan, seperti mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, profesional, akuntabel, efektif, dan efisien,” kata Abdul Hakam Sholahudin, Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Jumat 05 Maret 2020.

Sesuai kewenangan, lanjut Hakam, Bawaslu mengawasi perekrutan lembaga ad hoc, dalam hal ini pembentukan PPS. Pada Minggu 01 Maret 2020 lalu, KPU menggelar tes tulis secara serentak di lima tempat, yaitu Srengat, Kesamben, Sutojayan, Kademangan, dan SMPN 2 Wlingi.

Dari hasil pengawasan, Bawaslu menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU. Diantaranya yang terjadi di Desa Birowo Kecamatan Binangun atas nama Edi Susilo, dimana saat mendaftar yang bersangkutan menyerahkan dokumen berupa fotocopy ijazah yang dilegalisir oleh notaris, namun oleh KPU dinyatakan tidak boleh.

Kemudian saat bersamaan yang bersangkutan juga menyerahkan fotocopy ijazah yang dilegalisir oleh Dinas Pendidikan, ternyata juga tidak boleh. Sehingga Edy Susilo dinyatakan tidak memenuhi syarat. Padahal dilihat dari syaratnya sudah terpenuhi.

“Setelah itu Edy lapor ke Bawaslu, namun laporannya tidak memenuhi persyaratan formil, sehingga itu menjadi temuan Bawaslu. Kemudian kita lakukan klarifikasi beberapa saksi maupun pelaku dalam hal ini KPU. KPU menyatakan salah karena khilaf. Selanjutnya kita merekomendasikan agar KPU mengelar tes tulis susulan,” jelasnya.

Selain itu ada beberapa temuan yang lain, diantaranya di Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben atas nama Aan Novita, dan di Desa Jeding Kecamatan Sanankulon atas Moh Rizki Ibrahim. Keduanya diketahui tidak ikut tes tulis, namun oleh KPU dinyatakan lolos saat pengumuman. Sehingga pihaknya merekomendasikan agar KPU melaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Berikutnya di Desa Temenggungan Kecamatan Udanawu, ada nama Heru Purnomo dan Purnomo. Keduanya beda orang. Awalnya Heru Purnomo dinyatakan memenuhi syarat (MS), sedangkan Purnomo dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Namun malamnya sebelum melakukan ujian tes tulis, Purnomo dihubungi melalui telfon dinyatakan MS dan boleh mengikuti ujian tes tulis. Sementara Heru Purnomo dinyatakan TMS,” terangnya.

Menurutnya, perubahan melalui telfon dianggap tidak melakukan prinsip penyelenggara. Untuk itu pihaknya merekomendasikan agar melakukan perubahan secara tertulis.

Dikonfirnasi terkait hal ini, Komisioner KPU Kabupaten Blitar Divisi Teknis, Nikmatus Sholihah mengaku sudah menerima surat rekomendasi dari Bawaslu sekitar pukul 12.00 WIB.

Dijelaskannya, ada beberapa hal setelah mengumumkan nama 6 besar calon anggota PPS atau yang lolos tes tulis, dimana Bawaslu mengawasi proses rekruitmennya. Setelah itu ada beberapa tenuan dan sudah bersurat rekomendasi.

“Kita sedang mengkaji rekomendasi itu. Bunyinya kan rekomendasi, berarti kita akan melaksanakan rekomendasi itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Nikmatus menerangkan, rekomendasi dari Bawaslu salah satunya menggelar tes tulis susulan dan ralat nama. Rencananya, Sabtu 07 Maret 2020 akan dilakukan tes tulis susulan untuk nama-nama yang telah direkomendasikan Bawaslu di kantor KPU Kabupaten Blitar.(tan)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed