Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimAwas Gejala Ringan Covid-19, Wagub Emil Minta Kewaspadaan Tinggi

Awas Gejala Ringan Covid-19, Wagub Emil Minta Kewaspadaan Tinggi

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Kasus virus corona (COVID-19) di Jawa Timur belum menunjukkan tren melandai. Pemprov Jatim terus berupaya mengkoordinasikan berbagai langkah penanganan agar pandemi segera menyurut.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan diri menghadapi pandemi COVID-19 ini.

Apalagi pasien positif menunjukkan gejala seperti bukan indikasi utama seseorang terjangkit COVID-19.

Dari 785 survei menunjukkan 52.1 persen mengalami gejala batuk dan 35.1 persen mengalami pilek. Lalu 26,2 persen mengalami gejala demam di atas 38 derajat celcius. Sedangkan gejala sesak napas yang umumnya menjadi indikasi utama COVID-19 berkontribusi 24.7 persen atau berada di peringkat ke 4.

“Nah inilah kita harus benar-benar menerapkan kewaspadaan setinggi mungkin. Karena ini bicara fakta angka hanya 24,7 persen yang sampai ke tahap sesak nafas,” ujar Emil Dardak, di konferensi pers Penanganan Penyebaran covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dikutip Nusadaily.com, Selasa, 12 Mei 2020 malam.

“Di sisi lain, gejala klinis COVID-19 sampai kesulitan bernafas itulah yang berbahaya,” lanjutnya.

Emil Dardak menyampaikan, tingkat kewaspadaan untuk menjaga diri dan lingkungan saat ini menjadi penting. Karena kasus positif COVID-19 di Jatim bermula dari gejala klinis yang dianggap sepele.

Sehingga orang akan abai terhadap gejala itu namun gejala ini menduduki peringkat teratas sebagai gejala awal seseorang terindikasi COVID-19.

“Bahkan dari kasus positif yang disurvei, hanya 50 persen yang mengalami gejala batuk. Jadi akan banyak orang-orang yang ditest positif tapi merasa dia baik-baik saja,” ujar Emil Dardak.

Wagub Jatim yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini menjelaskan, dari pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, banyak diantaranya tidak merasakan keluhan berarti. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa.

Dari fakta yang disampaikan menunjukkan bahwa masih banyak dari mereka yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 bukan karena tampak sakit kemudian memeriksakan diri. Tetapi, keberadaannya karena teridentifikasi lalu dilakukan test.

“Jadi bukan karena mereka dalam keadaan sakit mereka datang. Tapi karena mereka teridentifikasi dan kemudian mereka ditest,” jelasnya.

Sampang Akhirnya Jebol

Munculnya kasus konfirmasi positif yang diumumkan di Kabupaten Sampang, membuat seluruh wilayah Jatim menjadi zona merah. Sedikitnya 38 Kabupaten/Kota, telah ada terjangkiti virus Covid.

Emil berharap di Sampang tidak ada penambahan lagi setiap harinya dan bisa secara maksimal bisa memprotek Kabupaten Sampang. Agar penyebaran ini bisa diminimalisir.

“Tentang Sampang kasusnya sudah pada beberapa waktu lalu, jadi seseorang yang kerjaannya Satpam. Dia ada keluhan dan sudah diisolasi, di BBLK lalu diswab dan hasilnya baru keluar sekarang positif,” ujar Ketua Gugus Tugas Covid-19 Rumpun Tracing Jatim dr Kohar Hari Santoso.

Sementara data terkini penyebaran kasus covid-19 di Jawa Timur per 12 Mei 2020 ada tambahan 115 baru, jadi total 1.649 kasus.

Yang terkonversi negatif atau sembuh ada 274 orang, dan yang meninggal 162 orang. Sedangkan PDP 4.280 orang, ODP 21.567 orang, dan OTG mencapai 12.323 orang.(ima)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed