Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimArumi Ingatkan Bahaya Limbah Cair Kerajinan Batik

Arumi Ingatkan Bahaya Limbah Cair Kerajinan Batik

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- TULUNGAGUNG– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak meminta pengrajin tidak hanya fokus kualitas produk, melainkan harus peduli kelangsungan lingkungan hidup di sekitar.

“Seluruh industri di bidang apapun diharap kian efisien dalam melakukan produksinya, tetapi juga harus peduli terhadap lingkungan hidup di sekitarnya,” ujar Arumi Bachsin Emil Dardak saat menjadi narasumber di acara sosialisasi industri hijau Pelatihan Singkat Pembuatan Produk Dekranasda di Hotel Crown Victoria di Tulungagung, Kamis (25/3/2021) sore.

Arumi Bachsin yang juga Ketua TP PKK Jatim menegaskan, limbah cair dari pewarna sintetis batik akan berdampak buruk terhadap lingkungan jika langsung dibuang tanpa diolah terlebih dahulu.

“Apalagi limbah cair yang masuk langsung ke saluran air, itu kan pasti lebih cepat menyebar, kalau itu masuk ke dalam got terus sampai ke irigasi persawahan, perkebunan, itu zat kimia terutama pewarna kimia tentu saja tidak baik dan berbahaya bagi lingkungan,” jelasnya.

limbah pewarna batik juga mempengaruhi kesehatan. Pasalnya, efek negatif pewarna kimiawi dalam proses pewarnaan batik adalah risiko terkena kanker kulit.

Akibatnya, kulit tangan terus-menerus bersinggungan dengan pewarna kimia. Efeknya sangat berbahaya sehingga dapat memicu kanker kulit.

“Yang terpenting, jangan lupa bahwa limbah pewarna tersebut bisa juga berdampak langsung ke kita, si manusianya, efek-efek terhadap kesehatan kita dan seterusnya,” imbuhnya.

Terkait hal penting ini para pengrajin batik harus mengetahui cara pengolahan limbah produksinya sebelum membuang.

Jaga Lingkungan Tetap Sehat

“Harapannya itu untuk menjaga tanah kita menjaga lingkungan kita supaya tetap sehat,” pesannya.

Arumi menegaskan agar pengrajin turut menjaga dan peduli lingkungan dengan menggunakan limbah kertas sebagai media canting cap untuk produksi batik.

“Keuntungannya dapat menekan biaya produksi karena terbuat dari limbah kertas, lebih efisien dan tidak menguras tenaga karena lebih ringan dari canting cap umumnya yang terbuat dari tembaga,” jelasnya.

“Canting cap kertas terbuat dari limbah kertas sebagai alternatif alat batik untuk menekan biaya produksi sekaligus memudahkan bagi para perajin saat membatik dengan cap,” imbuhnya.

Melihat manfaat ini, istri Wakil Gubernur Jatim itu berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, serta dapat memanfaatkan momen menggali ilmu dan informasi soal industri hijau.

“Saya ucapkan selamat dan juga semangat mengikuti pelatihan ini dan saya harapkan pelatihan ini ilmunya bisa langsung dipraktikkan di industri bapak ibu sekalian,” pungkasnya.(ima/aka)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily