Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimAntisipasi Bencana Hidrometeorologi, Forkopimda Jatim Siapkan Alat Penanganan Bencana Alam

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Forkopimda Jatim Siapkan Alat Penanganan Bencana Alam

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya puncak hujan di Jawa Timur, pada bulan November sampai dengan Februari 2022. Terkait adanya prediksi tersebut, Forkopimda Jawa Timur menyiapkan pasukan dari TNI-Polri dan stakeholder. Serta peralatan terkait untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal ini disampaikan oleh Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kaskoarmada II Laksma TNI Rahmad Jayadi. Saat memimpin apel kontijensi penanggulangan bencana alam tahun 2021 di Jawa Timur, Senin (25/10/2021) di lapangan Kodam V Brawijaya.

Sebanyak 825 personel terdiri dari anggota TNI/Polri, BPBD dan Dinas Kesehatan Prov Jatim mengikuti apel ini. Peralatan yang digunakan untuk penanganan bencana alam antara lain kendaraan Ambulance, Truk evakuasi korban, kendaraan Covid hunter, kendaraan Videotron Bidhumas, Genset darurat, perahu karet, tenda darurat BPBD dan Dinsos Prov Jatim serta dapur umum lengkap.

Baca Juga: Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi Bagi Tuna Wisma di Kampus C Unair

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, seluruh stakeholder harus sudah membangun sinergitas dalam menyiapkan segala sesuatu. Terkait dengan kemungkinan jika ada puncak hujan di bulan November sampai dengan Januari, Februari 2022. Yang seringkali dikenal dengan bencana alam hidrometeorologi.

Menurut Khofifah, hidrometeorologi ini bisa terjadi karena cuaca ekstrem, bisa hujan dengan kapasitas air yang sangat tinggi. Bisa kemudian berakibat pada longsor dan juga bisa karena perubahan iklim global.

“Oleh karena itu semua lini, jadi Forkopimda di jajaran Pemprov, Forkopimda kabupaten /kota, seluruh relawan Basarnas. Semua sudah harus bersinergi melakukan kesiapsiagaan, melakukan mitigasi. Untuk bisa mengantisipasi segala sesuatu yang harus kita lakukan, antisipasi secara komperhensif,” ucap Khofifah, usai melakukan pengecekan pasukan dan peralatan dalam rangka kontijensi kesiapan penanggulangan bencana alam di Jatim.

Baca Juga: Forkopimda Jatim Apel Pasukan Mitigasi dan Siaga Bencana

Khofifah juga menambahkan, setiap bencana alam berpotensi terhadap bertambahnya kemiskinan. Bahkan bisa sampai di atas 50%, sehingga 80% di wilayah Jawa Timur ini berpotensi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.

Lanjutnya, bencana alam akibat hidrometeorologi ini bisa berakibat pada rusaknya infrastruktur maupun rumah. Karena hal ini dapat diprediksi, kemungkinan juga bisa terjadi angin puting beliung. Apabila terjadi angin puting beliung bersama dengan hujan, maka kemungkinan akan ada longsor dan seterusnya.

Baca Juga: Gerak Cepat, Forkopimda Jatim Distribusikan 3.000 Paket Bansos dan Pantau Vaksinasi di Surabaya

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan kepada setiap daerah yang dulu sudah mendapatkan pelatihan siaga bencana. Maka sudah harus menyiapkan relawannya, karena secara scientific bisa diprediksi.

“Oleh karena itu, daerah-daerah yang dulu sudah pernah mendapatkan pelatihan di kampung siaga bencana, atau Kampung tangguh. Ini sama-sama harus sudah menyiapkan relawannya, kita tidak berharap bahwa bencana alam itu terjadi. Tapi kita harus tetap melakukan kesiapsiagaan karena memang secara scientific itu bisa diprediksi,” pungkasnya.(als/lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

PHK Besar-besaran Guncang Startup, Ini Penyebabnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dua perusahaan rintisan atau startup tanah air, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dan Zenius Education belum lama ini...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily