Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsJatimAlokasi Apa Saja, Dana Rp 2,384 Triliun Tangani Covid di Jatim? Berikut...

Alokasi Apa Saja, Dana Rp 2,384 Triliun Tangani Covid di Jatim? Berikut Penjelasan Gubernur

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memilih berhati – hati dalam mengalokasikan anggaran untuk tangani wabah Covid di Jatim.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, tidak langsung mengumumkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menangani wabah Covid di Jatim.

Finalisasi realokasi anggaran dan refocusing kegiatan berkali-kali dievaluasi. Sampai pada titik ditemukan angka itu, belum juga diumumkan. Meski rakyat menunggu sentuhan segera.

Khofifah masih harus minta pendampingan pengawasan secara teknis dalam rencana kegiatan dengan Kejaksaan Tinggi, BPKP dan KPK.

Tak kunjung diumumkan, masih harus dibahas dengan DPRD Provinsi. Regulasi pusat pun turun. Kembali dibahas dengan OPD dan baru muncul angka Rp 2,384 Triliun. Berikut sudah ada tambahan nafas baru Rp 140 miliar hasil realokasi anggaran dan refocusing di DPRD.

Anggaran itu lantas dibagi sesuai rumpun yang dibentuk.

“Untuk rumpun promotif dialokasikan Rp 825,31 miliar, untuk rumpun kuratif, Rp.110,7 miliar untuk rumpun dampak ekonomi atau safety net Rp.995,04 miliar dan Rp. 454,26 miliar untuk pemulihan ekonomi,” ujar Khofifah, usai pers conference.

Pihaknya dalam menghadapi pandemi Covid, memastikan ketersediaan logistik pangan utama di Jatim berupa beras. Bahkan telah disiapkan format Lumbung Pangan Jatim yang lokasinya mudah diakses.

“Saat ini tersedia 3,3 juta ton beras di Jatim dan diperkirakan sampai Juni 2020 masih tersisa 2,1 juta ton beras,” jabarnya.

Bantuan Pangan

Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak menambahkan bahwa pihaknya telah memastikan jalur logistik bantuan pangan dan ketersediaan stok di luar program bantuan pangan dampak dari pandemi COVID-19 di Jatim

Menurut Emil, pada durasi Januari-Februari 2020 memang lebih besar tingkat konsumsi dibanding kapasitas produksi beras di Jatim. Sebaliknya, pada kurun waktu Maret-April justru produksi beras lebih besar dibanding tingkat konsumsi.

“Bulan-bulan ini memang kita fokus pada penyerapan panen sebab ada sekitar 433 ribu hektar lahan sawah yang akan memasuki masa panen, sehingga harga komoditi beras bisa terjaga,” dalih mantan Bupati Trenggalek ini.

Selain komoditi beras, lanjut Emil pihaknya juga memastikan komoditas gula mulai bulan ini telah didistribusikan sehingga harga akan kembali normal. Kemudian minyak goreng relatif terkendali, serta komoditas telur dan ayam justru mengalami penurunan harga.

“Untuk lebih jelas terkait ketersediaan stok dan harga komoditas pangan di Jatim, silakan lihat di website www.siskaperbapo.com,” jelas Emil Elistianto Dardak.(ima)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...