Senin, September 20, 2021
BerandaNewsJatim330 Kampung Tangguh Gresik Siap Hadapi New Normal, Gubernur, Kapoda dan Pangdam...

330 Kampung Tangguh Gresik Siap Hadapi New Normal, Gubernur, Kapoda dan Pangdam Langsung Cek Lokasi

NUSADAILY.COM – SURABAYA – “Pak Lurah, Pak Camat. Ini bukan main main loh ya. Jangan karena ada Gubernur laporan baik – baik aja,” demikian diungkap Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, saat menyambut Gubernur Jawa Timur, Khofiffah Indar Parawansa, Kapolda dan Pangdam di Kampung Tangguh Semeru RT 1 RW 8 Panca Warna, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Kata Sambari, Lurah dan Camat di Gresik sudah sepakat menyambut new normal. Apalagi perubahan perilaku hidup sehat dan bersih sudah pernah dijalankan.

“Kita sudah pernah meraih juara nasional PHBS beberapa kali, penghargaan dari Presiden,” ujar Sambari.

Dari 330 Desa, 26 Kelurahan, 910 RT-RW, dan 914 Dusun, akan dibentuk 330 Kampung Tangguh.

“Saat ini telah berdiri 56. Akhir bulan ini tuntas. Hal itu seiring dengan pembentukan format pasar tradisional berbasis protokol kesehatan Covid, sebanyak 54 lokasi,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ingin memastikan kesiapan Gresik memasuki masa transisi pasca PSBB, utamanya masuk era the new normal di masa pandemi Covid-19.

Pasar yang ditinjau adalah Pasar Tradisional Pondok Permata Suci (PPS), Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Di sini, Gubernur Khofifah berkeliling melihat aktivitas jual beli dan menyapa para pedagang. Antara pedagang dan pembeli telah menerapkan protokol kesehatan.

Antara lain, physical distancing arak 1 meter, memakai masker dan face shield.

Gubernur Khofifah, menegaskan pusat – pusat keramaian semisal pasar tradisional berpotensi transmisi Covid.

“Maka kami, bersama Pangdam, dan Kapolda Jatim melihat format pasar tradisional di Pasar Suci ini, sebagai percontohan,” ujarnya.

Interaksi pedagang dan pembeli memakai masker dan faceshield sampai pandemi berakhir.

“Itu semata untuk perlindungan kita. Sehingga pedagangan tetap berjalan tapi juga terlindungi semuanya,” katanya.

Mantan Menteri Sosial RI ini, mengacu World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada 6 faktor saat wilayah memasuki masa transisi pasca restriksi PSBB.

“Pertama, penyebaran Covid-19 dapat dikontrol, layanan kesehatan terpenuhi (mulai dari rapid test, PCR dan treatment), lalu pastikan perlindungan bagi kelompok rentan, dan partispasi masyarakat,” katanya.

Di Kabupaten Gresik sudah mulai ada penguatan kampung tangguh yang semula berbasis desa.

Usai dari meninjau pabrik mi instan, Gubernur, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran, meninjau kampung tangguh Panca Warna RW 8 Desa Petiken.

Di Driyorejo, Kabupaten Gresik ini Forkopimda disambut tim gugus tugas Kampung Tangguh.

Gubernur meninjau ruang isolasi, ruang observasi, dan lumbung pangan kampung tangguh.

“Di era new normal nanti, kampung tangguh sangat strategis mengawal kedisiplinan warga agar tidak terjadi second wave alias gelombang Covid-19 kedua yang sekarang terjadi di beberapa negara di dunia,” ujarnya.(ima)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...