Senin, September 27, 2021
BerandaNewsIsoman Timbulkan Masalah Baru, Pemerintah Anjurkan Isoter bagi Pasien OTG

Isoman Timbulkan Masalah Baru, Pemerintah Anjurkan Isoter bagi Pasien OTG

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Tingginya kasus terkonfirmasi Covid-19 pada orang tanpa gejala (OTG) membuat pemerintah mengizinkan mereka untuk melakukan karantina di rumah. Namun nyatanya, banyaknya OTG yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah justru menimbulkan masalah baru. Yakni penularan lebih banyak dan munculnya klaster-klaster keluarga. Untuk kasus lebih parah, klaster-klaster keluarga ini justru membuat angka kematian semakin melonjak. 

Berkaca dari hal itu, pemerintah menganjurkan agar pasien OTG Covid-19 tak menjalani isoman. Melainkan ditangani di tempat isolasi terpusat (isoter) agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan secara benar. Serta mempermudah tenaga kesehatan dalam memberikan pengawasan medis secara intens.

Isoter di Kota Batu ditempatkan di Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) yang berada di Jalan Indragiri, Songgokerto, Kota Batu. Memiliki kapasitas 156 bed dengan menyiagakan 19 nakes, 1 dokter konsultasi dan 2 relawan yang membantu menyuplai kebutuhan pasien. Selain itu fasilitas penunjang seperti ambulans dan tabung oksigen disediakan di tempat itu.

“Forkompimda Kota Batu bahu membahu menanggulangi Covid-19. Berkat kerja kerasnya, isoter di sini sangat luar biasa,” kata Kabarhakam Polri, Komjen Pol Arief Sulistiyanto (Selasa, 27/7) dilansir Nusadaily.com.

Hal itu diungkapkannya saat berkunjung meninjau isoter di YPPII Kota Batu. Dalam kegiatannya itu, turut hadir hadir pula mendampingi, yakni Kaposko Oan ll ljp, Irjen Pol Drs Tomex Korniawan, Dirbinpotmas dan Wakasatgas 2 Oan ll, Brigjen Pol Edy Murbowo, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Danrem 083, Kolonel Inf Irwan Subekti, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra dan jajaran Kapolres Malang Raya. 

Arief berharap keberadaan isoter ini bisa mempercepat penyembuhan pasien dan mengantisipasi resiko penularan. Melalui penanganan medis yang benar, juga dapat menekan tingkat fatalitas. Selain isoter, ia menekankan agar pihak kecamatan hingga pemdes/kelurahan membentuk shelter-shelter di masing-masing wilayahnya.

“Mari kita semua berdoa bersama, supaya Covid-19 segera berlalu dari Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia dan seluruh dunia,” seru Arief. 

Arief menyempatkan diri untuk berbincang secara virtual dengan pasien yang menghuni di isoter YPPII. Ia menanyakan seputar kondisi kesehatan pasien kemudian memberikan motivasi agar bisa segera pulih. “Makan enak yang banyak, jaga kesehatan dan tetap berpikir positif,” kata dia membagikan pengalamannya yang pernah menjalani opname selama 21 hari karena Covid-19.

“Paling penting dibandingkan isolasi, yakni disiplin menjalankan prokes. Namun ketika ada  yang terkonfirmasi positif, harus segera melaporkan dan melakukan isolasi ditempat isolasi yang telah disiapkan,” terang dia. 

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berpendapat, fasilitas yang disediakan di isoter YPPII cukup memadai. Ruangannya juga terawat dan bersih. Ia berterima kasih kepada pengelola YPPII yang rela memberikan bantuan fasilitas ruangan menjadi isoter. Isoter ini dikhususkan kepada OTG maupun mereka yang memiliki gejala klinis ringan. Selama di sini mereka mendapat pengawasan tenaga kesehatan dari RS Universitas Muhammadiyah Malang. Hingga saat ini pasien yang menempati isoter itu terdapat 89 orang.

“Meski isoter YPPII sangat nyaman dengan dilengkapi berbagai fasilitas. Jangan sampai ada masyarakat yang masuk ke dalam isoter. Karena bagaimanapun lebih menyenangkan tinggal di rumah bersama keluarga,” timpal dia.

Disisi lain, Dewanti menjelaskan, untuk tempat isolasi di desa, hanya difungsikan untuk pasien OTG. Dengan didamping nakes dari Puskesmas setempat ataupun bidan desa. Ditempat isolasi tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas kesehatan seperti obat-obatan. “Untuk pemberian obat, juga di kategorikan dari sejumlah golongan. Golongan satu, untuk pasien OTG sehingga hanya diberi vitamin, golongan dua seperti ada batuk-batuknya, sedangkan golongan tiga, diberi obat dan vitamin yang ada antivirusnya,” pungkasnya Dewanti. (wok/wan)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...