Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsIni Proses Sidang Uji Materi dengan Pemohon MAKI Persoalkan Menkeu

Ini Proses Sidang Uji Materi dengan Pemohon MAKI Persoalkan Menkeu

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat, meminta pemerintah menyampaikan bukti diundangkannya Perppu Nomor 1 Tahun 2020.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal ini disampaikan Arief dalam sidang lanjutan uji materi Perppu 1/2020, Rabu 20 Mei 2020. Ia menyampaikan, usai mendengar permintaan kuasa hukum Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang menjadi salah satu pemohon.

Kuasa hukum pemohon mempertanyakan bukti atas keterangan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, yang dalam persidangan menyebut bahwa Perppu 1/2020 telah diundangkan menjadi Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020.

“Apa yang disampaikan Ibu Menteri (Menkeu Sri Mulyani) masih bersifat dia mendalilkan. Belum ada bukti nyata yang dihadirkan di persidangan yang merujuk Pasal 37 UU MK, di mana majelis memeriksa bukti yang dihadirkan di persidangan,” kata Kuasa Hukum Kurniawan Adi Nugroho dalam persidangan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu 20 Mei 2020.

Lebih lanjut, Kurniawan meminta supaya majelis hakim MK memerintahkan pemerintah, untuk menyerahkan bukti seperti surat menyurat antara presiden dan DPR dalam proses pengundangan Perppu 1/2020.

“Kami mengajukan permohonan kepada yang mulia hakim, untuk memerintahkan kepada pihak pemohon menghadirkan bukti-bukti itu. Sehingga dari situ akan kelihatan, apakah memang benar perppu ini sudah diundangkan atau tidak,” paparnya.

Mendengar pernyataan kuasa hukum pemohon, Hakim MK Arief Hidayat pun memerintahkan pemerintah mengirim dokumen resmi, terkait proses pengundangan Perppu Nomor 1 Tahun 2020.

Selanjutnya, pemerintah diminta untuk segera mengirim dokumen tersebut ke MK, agar majelis hakim dapat memeriksanya.

“Sesuai permintaan pemohon 24, pemerintah supaya bisa mengirim dokumen resmi berupa undang-undang yang dimaksud,” tutur Hakim Arief.

“Kalau bisa dilengkapi dengan surat DPR kepada pemerintah, kemudian segera dikirimkan ke Mahkamah,” sambungnya.

Arief mengatakan bahwa untuk selanjutnya perkara uji materi Perppu Nomor 1 Tahun 2020 ini, akan dibawa ke rapat permusyawaratan hakim untuk ditentukan kelanjutannya.

“Sebagaimana disampaikan Pak Ketua (Ketua MK, Anwar Usman) maka rapat permusyawaratan hakim akan menindaklanjuti dan menentukan. Bagaimana sikap mahkamah terhadap apa yang dimintakan, diklarifikasi pada sidang pagi ini,” kata Arief.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam sidang lanjutan uji materi Perppu Nomor 1 Tahun 2020. Tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19, di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu 20 Mei 2020.

Dalam sidang tersebut, Sri Mulyani menyampaikan bahwa dalam rapat paripurna DPR yang digelar 12 Mei 2020, DPR memberikan persetujuan penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 sebagai undang-undang.

Menindaklanjuti hal itu, pemerintah pun telah mengesahkan persetujuan DPR dengan meresmikan Perppu tersebut sebagai undang-undang.

“DPR di dalam rapat paripurna DPR ke-15 masa sidang 3 tahun sidang 2019/2020 hari Selasa tanggal 12 Mei 2020, DPR telah memberikan persetujuan untuk menetapkan RUU tentang penetapan Perppu 1 tahun 2020 menjadi undang-undang,” jelas Sri Mulyani di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu 20 Mei 2020.

“Dan pemerintah telah mengesahkan persetujuan DPR tersebut,” lanjutnya.

Sri Mulyani mengatakan, bahwa Perppu tersebut ditetapkan melalui Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020.

Undang-undang itu, kata dia, tercantum dalam lembaran negara tahun 2020 Nomor 134 tambahan Lembaran Negara Nomor 6516.(via)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed