Selasa, Juli 5, 2022
BerandaNewsIni Kehebatan Aplikasi Nugie - Nusantara Guide, Ciptaan Pusat Studi Peradaban Universitas...

Ini Kehebatan Aplikasi Nugie – Nusantara Guide, Ciptaan Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya

NUSADAILY.COM-MALANG- Ini kehebatan Aplikasi Nugie besutan Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya. Nugie atau Nusantara Guide adalah Aplikasi Android. Nugie berbasis Augmented Reality atau AR. Sehingga wisatawan bisa berkeliling ke lokasi-lokasi peninggalan sejarah yang ada di Indonesia dari tempat duduknya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Sejarah Universitas Brawijaya – Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Universitas Brawijaya Tetap Kuliah Daring Semester Depan – Nusadaily.com

BACA JUGA: FISIP UB Ajak Milenial Selami Makna Demokrasi – Noktahmerah.com

Aplikasi Nugie diciptakan Pusat Studi Peradaban (PSP). Prototypenya sudah diluncurkan. PSP merupakan lembaga di bawah naungan LPPM Universitas Brawijaya. PSPS didirikan karena mengingat kesadaran akan kebesaraan sejarah Nusantara. Nilai-nilai luhur yang dianut, dan kekayaan alam yang melimpah.

Dasar penciptaan aplikasi Nugie dijelaskan Prof. Dr. Moh. Fadli, S.H, M.Hum. Prof Fadli adalah ketua Tim Riset sekaligus Ketua Pusat Studi Peradaban UB. Menurutnya, nilai-nilai luhur warisan leluhur tersebut akan digali. Kemudian diaktualkan untuk merajut kembali peran sejarah masa kini dan masa depan.

Ini kehebatan Aplikasi Nugie
Tampilan antar muka aplikasi android Nugie (Nusantara Guide),
 bisa dilihat di www.psp.ub.ac.id

“Pusat Studi Peradaban memiliki visi yaitu “Membangun Peradaban Nusantara yang Humanis pada Tahun 2090 M”,” tegas Prof Fadli membahas soal Aplikasi Nugie dan visi lembaganya.

Maka, lanjut Prof Fadli, sejalan dengan visi tersebut, Pusat Studi Peradaban bergerak untuk menjadi lembaga pemrakarsa untuk melakukan kajian. Serta penelitian, eksplorasi kebudayaan dan peradaban di nusantara ini. Termasuk penciptaan Aplikasi Nugie.

Dalam dunia Revolusi Industri 4.0, teknologi merupakan salah satu pilar strategi promosi pariwisata. Dan dapat menjadi motor penggerak untuk menarik wisatawan. Bahkan di tempat wisata yang kurang terkenal sekalipun. Itulah arti penting dari aplikasi Nugie.

Melalui aplikasi Nugie. Maka pemanfaatan internet of things (IoT) dapat menyumbang kontribusi yang besar. Yakni untuk menjadikan tempat pariwisata sebagai salah satu objek pasar global. Bahkan mampu menciptakan pasar baru dalam berbagai bidang lainnya.

Selaras dengan hal tersebut, PSP UB telah melakukan riset + 3 tahun (2017-2020). Menghasilkan luaran berupa purwarupa aplikasi berbasis android dengan nama Nugie (Nusantara Guide). Aplikasi Nugie ini bertujuan untuk menyediakan platform informasi dan navigasi digital tentang cagar-cagar budaya di Indonesia, khususnya Indonesian Cultural Heritage.

Kehebatan Aplikasi Nugie

Ini kehebatan aplikasi Nugie. Pengguna aplikasi Nugie dapat merasakan dunia digital seperti pada dunia nyata tanpa adanya batasan atau diistilahkan immersive. Selain ituaplikasi ini juga menghubungkan para pemilik jasa tour guide, tour and travel, dan homestay (Community Based Tourism) dalam satu platform aplikasi di gawai ponsel pengguna.

Ini kehebatan Aplikasi Nugie
Proses uji coba aplikasi android Nugie (Nusantara Guide)
 di Museum Mpu Purwa Sidoarjo – bisa dilihat di www.psp.ub.ac.id

Teknologi yang dikembangkan dalam aplikasi Nugie antara lain, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), 360° Camera, Drone, Photogrammetry, Geo-Location dan Simultaneous Localization and Mapping atau SLAM. Tampilan antar muka aplikasi ini berupa navigasi digital 3D yang interaktif. Sehingga dapat menjadi penunjuk arah. Dan menampilkan informasi sebuah situs sejarah yang sedang dikunjungi oleh pengguna secara simultan.

Uji coba lapangan aplikasi nugie telah dilakukan di Museum Mpu Tantular, Sidoarjo. Hasilnya aplikasi ini berhasil menjadi pemandu digital yang bisa mengarahkan pengguna menjelajah benda-benda koleksi utama dalam museum tersebut secara simultan. Dokumentasi uji coba ini bisa dilihat lebih jelas di website Pusat Studi Peradaban, www.psp.ub.ac.id.

“Kami menyadari bahwa aplikasi Nugie ini masih berupa purwarupa. Sehingga penelitian dan perancangan masih harus terus dilakukan ke depan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan agar aplikasi dapat semakin baik dan bermanfaat,” pungkas Prof Fadli.(cak)

BERITA KHUSUS

Muhibah Budaya Jalur Rempah Ditutup dengan Meriah

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Wakil Gubernur (Wabup) Emil Elistianto Dardak resmi menutup rangkai kegiatan Muhibah Jalur Rempah di halaman di Rumah Rakyat (Rumah Dinas...

BERITA TERBARU

Mohamed Salah Pede Liverpool Akan Menangi Seluruh Trofi Musim Depan

NUSADAILY.COM - LIVERPOOL - Mohamed Salah percaya, Liverpool akan ada di trek perburuan juara musim depan. Salah sudah perpanjang kontrak, plus The Reds punya...

NUSADAILY.COM-MALANG- Ini kehebatan Aplikasi Nugie besutan Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya. Nugie atau Nusantara Guide adalah Aplikasi Android. Nugie berbasis Augmented Reality atau AR. Sehingga wisatawan bisa berkeliling ke lokasi-lokasi peninggalan sejarah yang ada di Indonesia dari tempat duduknya.

BACA JUGA: Sejarah Universitas Brawijaya - Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Universitas Brawijaya Tetap Kuliah Daring Semester Depan - Nusadaily.com

BACA JUGA: FISIP UB Ajak Milenial Selami Makna Demokrasi - Noktahmerah.com

Aplikasi Nugie diciptakan Pusat Studi Peradaban (PSP). Prototypenya sudah diluncurkan. PSP merupakan lembaga di bawah naungan LPPM Universitas Brawijaya. PSPS didirikan karena mengingat kesadaran akan kebesaraan sejarah Nusantara. Nilai-nilai luhur yang dianut, dan kekayaan alam yang melimpah.

Dasar penciptaan aplikasi Nugie dijelaskan Prof. Dr. Moh. Fadli, S.H, M.Hum. Prof Fadli adalah ketua Tim Riset sekaligus Ketua Pusat Studi Peradaban UB. Menurutnya, nilai-nilai luhur warisan leluhur tersebut akan digali. Kemudian diaktualkan untuk merajut kembali peran sejarah masa kini dan masa depan.

Ini kehebatan Aplikasi Nugie
Tampilan antar muka aplikasi android Nugie (Nusantara Guide),
 bisa dilihat di www.psp.ub.ac.id

"Pusat Studi Peradaban memiliki visi yaitu “Membangun Peradaban Nusantara yang Humanis pada Tahun 2090 M”," tegas Prof Fadli membahas soal Aplikasi Nugie dan visi lembaganya.

Maka, lanjut Prof Fadli, sejalan dengan visi tersebut, Pusat Studi Peradaban bergerak untuk menjadi lembaga pemrakarsa untuk melakukan kajian. Serta penelitian, eksplorasi kebudayaan dan peradaban di nusantara ini. Termasuk penciptaan Aplikasi Nugie.

Dalam dunia Revolusi Industri 4.0, teknologi merupakan salah satu pilar strategi promosi pariwisata. Dan dapat menjadi motor penggerak untuk menarik wisatawan. Bahkan di tempat wisata yang kurang terkenal sekalipun. Itulah arti penting dari aplikasi Nugie.

Melalui aplikasi Nugie. Maka pemanfaatan internet of things (IoT) dapat menyumbang kontribusi yang besar. Yakni untuk menjadikan tempat pariwisata sebagai salah satu objek pasar global. Bahkan mampu menciptakan pasar baru dalam berbagai bidang lainnya.

Selaras dengan hal tersebut, PSP UB telah melakukan riset + 3 tahun (2017-2020). Menghasilkan luaran berupa purwarupa aplikasi berbasis android dengan nama Nugie (Nusantara Guide). Aplikasi Nugie ini bertujuan untuk menyediakan platform informasi dan navigasi digital tentang cagar-cagar budaya di Indonesia, khususnya Indonesian Cultural Heritage.

Kehebatan Aplikasi Nugie

Ini kehebatan aplikasi Nugie. Pengguna aplikasi Nugie dapat merasakan dunia digital seperti pada dunia nyata tanpa adanya batasan atau diistilahkan immersive. Selain ituaplikasi ini juga menghubungkan para pemilik jasa tour guide, tour and travel, dan homestay (Community Based Tourism) dalam satu platform aplikasi di gawai ponsel pengguna.

Ini kehebatan Aplikasi Nugie
Proses uji coba aplikasi android Nugie (Nusantara Guide)
 di Museum Mpu Purwa Sidoarjo – bisa dilihat di www.psp.ub.ac.id

Teknologi yang dikembangkan dalam aplikasi Nugie antara lain, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), 360° Camera, Drone, Photogrammetry, Geo-Location dan Simultaneous Localization and Mapping atau SLAM. Tampilan antar muka aplikasi ini berupa navigasi digital 3D yang interaktif. Sehingga dapat menjadi penunjuk arah. Dan menampilkan informasi sebuah situs sejarah yang sedang dikunjungi oleh pengguna secara simultan.

Uji coba lapangan aplikasi nugie telah dilakukan di Museum Mpu Tantular, Sidoarjo. Hasilnya aplikasi ini berhasil menjadi pemandu digital yang bisa mengarahkan pengguna menjelajah benda-benda koleksi utama dalam museum tersebut secara simultan. Dokumentasi uji coba ini bisa dilihat lebih jelas di website Pusat Studi Peradaban, www.psp.ub.ac.id.

"Kami menyadari bahwa aplikasi Nugie ini masih berupa purwarupa. Sehingga penelitian dan perancangan masih harus terus dilakukan ke depan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan agar aplikasi dapat semakin baik dan bermanfaat," pungkas Prof Fadli.(cak)