Impor Senjata RI: Jokowi Direm Dulu, Willy Komisi 1 DPR Perlu Bentuk Komite Audit Sistem Pertahanan

  • Whatsapp
(ANTARA/Abriawan Abhe)
banner 468x60

Indonesia sejak dulu secara berkala masuk ke daftar negara pengimpor senjata terbesar di dunia. RI mulai masuk ke daftar itu pada 1958—tiga belas tahun setelah merdeka.

Impor senjata RI menanjak pada 1960 di era Demokrasi Terpimpin Soekarno, lalu turun, meningkat lagi pada 2003 (lima tahun sesudah Reformasi), kemudian kembali turun, mendadak melonjak pada 2013-2014 di akhir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, lalu merosot, dan naik lagi pada 2017.

"
"

Baca Juga

"
"

Meski Indonesia juga mengembangkan industri pertahanan domestiknya, ia tetap bergantung pada impor senjata untuk sebagian besar alutsistanya. Selama 2013–2017, berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Indonesia tercatat sebagai importir senjata terbesar ke-10 di dunia.

RI membeli alutsista dari ragam pemasok, mencerminkan sikap non-bloknya. Negara-negara yang menjadi pemasok utama impor senjata Indonesia pada periode 2012-2016 adalah Inggris, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, China, dan Jerman.

Impor senjata Indonesia membesar secara substansial dua dekade terakhir seiring dengan anggaran belanja militer yang meningkat signifikan. Hal ini didorong oleh upaya modernisasi kekuatan tempur TNI lewat kebijakan jangka menengah berupa pemenuhan minimum essential force (MEF) yang ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010.

Pemerintah RI memasang target untuk memenuhi 100 persen MEF pada 2024—akhir periode kepemimpinan Jokowi. Hingga tahun 2019, menurut Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, pemenuhan MEF sudah mencapai 74 persen. Di angka 100 persen nanti, pertahanan Indonesia diyakini bakal punya efek gentar bagi dunia.

Global Firepower, situs informasi statistik pertahanan, tahun 2020 menempatkan kekuatan militer Indonesia pada peringkat 16 dari 138 negara. Pada posisi itu, Indonesia adalah yang terkuat di Asia Tenggara.

Peringkat tersebut tak banyak berubah selama sepuluh tahun terakhir. Sepanjang 2010 sampai 2020, Indonesia selalu berada di urutan belasan—antara 12 sampai 19. Artinya, RI secara konsisten dianggap sebagai yang terkuat di ASEAN.

Indonesia juga masuk dalam 40 negara dengan belanja militer tertinggi di dunia pada 2019 menurut statistik SIPRI. RI yang mengantongi anggaran pertahanan US$ 7,7 miliar (0,7 persen dari GDP) berada di peringkat 27 dunia—dan nomor 2 di Asia Tenggara setelah Singapura.

Post Terkait

banner 468x60