Sabtu, November 27, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsHPS ke-41, FAO Apresiasi Capaian Pembagunan Pertanian Masa Pandemi

HPS ke-41, FAO Apresiasi Capaian Pembagunan Pertanian Masa Pandemi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA -Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal memberikan apresiasi atas pencapaian pembangunan pertanian Indonesia di masa pandemi covid-19. Saat kondisi pangan dan perekonomian dunia mengalami penurunan akibat dampak covid 19, pertanian Indonesia justru mampu menyediakan pangan sehingga PDB sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan dan menjadi penyelamat perekonomian nasional.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal itu disampaikan, saat dirinya hadir dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 41 yang dihelat secara langsung di hamparan persawahan Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan diikuti secara virtual Senin (25/10/2021). 

Dikatakan pula, dalam  HPS kedua di masa pandemi covid 19, Pemerintah Indonesia telah melakukan pembangunan pertanian yang luar biasa.

“Kinerja sektor pertanian luar biasa, PDB sektor pertanian tumbuh positif dan mengalami kenaikan mencapai 2,59 persen. Pencapaian ini luar biasa,” Ucap Rajendral Aryal.

Berangkat dari salah satu pencapain ini, Arya menegaskan komitmen FAO untuk memberikan lebih banyak dukungan dalam upaya terus menerus untuk melakukan transformasi sistem pangan Indonesia menjadi lebih berkelanjutan.

“FAO akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada petani kecil dan keluarganya, pekerja pangan di semua sektor, dan mereka yang sangat rentan,” tegas Rajendra.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dalam arahannya menekankan tantangan yang hadapi sektor pertanian ke depan semakin berat mengingat akan adanya perubahan iklim, krisis air dan lonjakan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia bahkan dunia. 

Oleh karena itu,  menurutnya HPS ke 41 ini harus dijadikan sebagai momentum konsolidasi emosional semua pihak untuk menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan yang semakin besar tersebut.

“HPS ini siapkan teknologi untuk mengatasi perubahan iklim, agar bisa menyiapkan air sehingga tidak terjadi kekeringan, upaya-upaya menanami pekarangan dan varietas tanaman yang dapat menyimpan atau hemat air,” tegasn Menteri yang akrab disapa SYL itu. 

Lebih lanjut, SYL menyampaikan apresiasi atas komitmen dan dukungan FAO, IFAD, WFP, dan mitra pembangunan lainnya dalam membantu Indonesia untuk mengurangi dampak pandemi covid 19, utamanya bagi petani dan masyarakat rentan. 

Tak hanya itu, secara khusus, SYL mengucapkan terima kasih atas kerja sama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong berbagai upaya konkret dan positif menuju sektor pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern.

“Highlight kegiatan HPS tahun ini adalah kita akan bersama-sama secara serentak melakukan kegiatan panen dan tanam raya berbagai komoditas pertanian dari 41 titik lokasi di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. 41 titik lokasi ini menandai usia pelaksanaan peringatan HPS yang ke-41 di tahun 2021 ini,” tandasnya. 

Perlu diketahui, Berdasarkan data BPS, selama tahun 2020 yakni pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24% q-to-q. Pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15% dan 2,59% y-on-y dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional. 

Selanjutnya, ekspor pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Selama Januari-Desember 2020 nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp 451,8 triliun dan meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun. Peningkatan ekspor berlanjut memasuki periode Januari-September 2021, dimana ekspor pertanian mencapai Rp 450 triliun dan tumbuh 45,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp. 309,58 triliun.

BPS pun mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sejak bulan Juni 2020 NTP 99,66 terus meningkat hingga Desember 2020 menjadi 103,2, dan berlanjut pada awal tahun 2021. Pada September 2021, NTP sebesar 105,68 dan meningkat 0,96% dibanding Agustus 2021. Indonesia juga berhasil menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi prevalensi kerawanan pangan (FIES) dan inflasi bahan pangan selama pandemi.(sir/wan)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR