Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsHoaks! Video Viral Oknum JPU Ngaku Terima Suap Rizieq, Ternyata Cuplikan Kasus...

Hoaks! Video Viral Oknum JPU Ngaku Terima Suap Rizieq, Ternyata Cuplikan Kasus Lama

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Beredar di media sosial video oknum jaksa penuntut umum (JPU) menerima suap perkara kekarantinaan kesehatan yang melibatkan Rizieq Shihab, baru-baru ini. Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) mengklarifikasi video tersebut adalah kabar bohong atau hoaks.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Minggu (21/3), mengatakan bahwa video tersebut merupakan potongan peristiwa yang terjadi pada 2016 lalu.

BACA JUGA: Pengacara Habib Rizieq Adu Argumen dengan Polisi Karena Tertahan Diluar PN Jaktim

“Bahwa video penangkapan seorang oknum jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang lalu, dan bukan merupakan pengakuan jaksa yang menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab,” kata Leonard.

Video yang beredar di sejumlah platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Intagram, dan YouTube menampilkan narasi pengakuan seorang jaksa yang mengaku menerima suap kasus sidang Rizieq Shihab.

Image

Narasi di video tersebut dikaitkan dengan penjelasan Yulianto, selaku Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kepada media pada tahun 2016.

Menurut Leonard, penangkapan oknum jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

BACA JUGA: Gugatan Praperadilan Rizieq Shihab Digugurkan PN Jaksel

“Pejabat yang menjelaskan penangkapan oknum jaksa AF pada video tersebut adalah Bapak Yulianto yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujarnya.

Leonard menegaskan, video penangkapan oknum jaksa AF tidak ada sama sekali kaitan dan hubungannya dengan proses sidang Muhammad Rizieq alias Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang saat ini sedang disidangkan.

“Menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoaks,” kata Leonard.

Leonard juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuat berita atau video atau informasi yang tidak benar kebenarannya dan menyebarluaskannya kepada masyarakat melalui jaringan media sosial yang ada.

Karena perbuatan tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik khususnya pasal 45A ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang, yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar”.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video tersebut serta tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan berita bohong atau hoaks sebagaimana video yang sedang beredar saat ini,” ujar Leonard.​​​​​​​

Sementara itu, sejumlah pengguna Twitter turut melaporkan penyebar video tersebut dengan menandai ke akun Siber Polri.

Pantauan nusadaily.com, video yang disebarkan melalui akun twitter @bujang_karung tersebut kini telah dihapus. Namun si pemilik akun belum terlihat memberikan klarifikasi terkait video yang ternyata hoaks. (lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR