Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanHari Anak Sedunia, Menteri PPPA: Momentum Penuhi Hak Anak

Hari Anak Sedunia, Menteri PPPA: Momentum Penuhi Hak Anak

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Hari Anak Sedunia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum untuk semakin mengedepankan pembangunan bangsa yang berbasis hak anak.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Hari Anak Sedunia 20 November, Ini Sejarah Awalnya

“Anak-anak adalah anugerah bagi dunia, tidak hanya bagi satu keluarga, satu lingkungan atau satu negara saja. Anak-anak adalah masa depan kita,” kata Menteri PPPA Bintang dalam acara Peringatan 30 Tahun Ratifikasi Konvensi Hak Anak dan Peringatan Hari Anak Sedunia yang diliput secara virtual dari Jakarta, Jumat.

Menteri PPPA mengatakan anak-anak adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan di seluruh sektor pembangunan, di mana pun mereka berada.

Namun, dunia menjadi semakin tanpa batas dan dinamika sosial semakin cepat. Keputusan suatu negara dapat mempengaruhi negara-negara lain. Isu-isu yang berkaitan dengan anak pun menjadi semakin kompleks.

“Keberadaan instrumen universal yang dapat menjadi pedoman dalam pemenuhan hak-hak anak di seluruh dunia menjadi sangat penting. Pada 20 November 1989, negara-negara di dunia melalui Majelis Umum PBB mengesahkan Konvensi Hak Anak,” tuturnya.

Konveksi Hak Anak

Menurut Menteri PPPA, pengesahan Konvensi Hak Anak, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Anak Sedunia, merupakan batu loncatan bagi pengakuan hak anak sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Konvensi Hak Anak, menurut dia, menjadi instrumen hukum yang mengikat negara-negara anggotanya untuk mendorong usaha-usaha pemenuhan hak-hak anak.

BACA JUGA: Cegah Klaster Keluarga, Menteri PPPA Sarankan Tetap Pakai Masker di Rumah

Pengesahan Konvensi Hak Anak kemudian diikuti empat pernyataan deklarasi, yaitu anak harus diberikan sarana tumbuh kembang secara normal, antara lain anak yang lapar harus diberi makan dan anak yang sakit harus dirawat; anak adalah yang pertama menerima bantuan saat terjadi kesusahan; anak harus dilindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi; dan anak harus dibesarkan dan diasuh dengan kasih sayang.

“Di Indonesia, Konvensi Hak Anak disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 dan mulai diberlakukan pada 5 Oktober 1990,” kata Menteri PPPA Bintang. (Ian)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR