Gegara Wabah Covid-19, Angka Pengangguran di Sumenep Capai 17.000 di Tahun 2020

  • Whatsapp
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep, M. Syahrial. (Nurul Anam/nusadaily.com)
banner 468x60

Baca Juga

NUSADAILY.COM—SUMENEP – Sejak pandemi Covid-19 mewabah khususya di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur membuat beberapa sektor industri tersendat. Akibatnya, lebih dari 17.000 warga di kabupaten berjuluk kota keris ini menjadi pengangguran per tahun 2020.

Selain akses untuk mendapatkan pekerjaan yang sulit, juga perusahaan-perusahaan besar kabupaten berlambang kuda terbang ini membatasi pekerja demi keberlanjutan perusahaanya.

“Mengacu pada data yang kami miliki, jumlah pengangguran saat ini ada 17.275 orang, angka tersebut sangat tinggi dikarenakan ada juga buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ada juga yang dirumahkan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep, M. Syahrial, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu 20 Januari 2021.

Pihaknya memprediksi, dari banyaknya angka pengangguran tersebut, akan terus bertambah. Apalagi, dengan banyaknya pencari kerja yang mendatangi Disnaker setempat.

“Pandemi Covid-19 ini sebenarnya sangat berdampak pada pekerja, jika pada tahun-tahun sebelumnya kami melaksanakan Job Fair, sejak 2020 lalu kami sudah tidak melaksanakan, meski melaksanakan itu dengan cara online,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihaknya mencatat masih menangani penyelesaian perselisihan antara karyawan dan perusahaan.

“Kasus perselisihan antara karyawan dan perusahaan yang kita mediasi juga masih ada. Bahkan karena tidak kunjung selesai, media perselisihannya hingga ke Disnaker Pemprov Jatim. Oleh sebab itu kita berharap Pandemi ini cepat berakhir agar angka PHK dan perumahan karyawan tidak terjadi,” pungkasnya. (nam/aka)