Gaperoma Apresiasi Penindakan Kasus di Riau, Bos Penyelundup Rokok Ilegal Tewas

  • Whatsapp
Gaperoma apresiasi penindakan kasus
Inilah berdus-dus rokok ilegal yang jadi barang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal yang tewaskan pengusaha Haji Permata (Foto: dok. DJBC Kepri)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Gaperoma apresiasi penindakan kasus di Riau. Sikap resmi Gabungan Perusahaan Rokok Malang itu terkait penindakan penyelundup rokok ilegal. Berujung tewasnya diduga bos penyelundup, H. Permata. Gaperoma mendukung penindakan terhadap upaya penyelundupan rokok ilegal di Riau, Jumat (15/1/2021).

BACA JUGA: Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Malang Layak Jadi Percontohan Gerakan 3 M – Nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Gaperoma Surati Presiden Jokowi, Usul Penggabungan dan Kenaikan Tarif Cukai Tak Diberlakukan – Imperiumdaily.com

Hal tersebut disampaikan Ketua Gaperoma Johny SH kepada nusadaily.com, Senin (18/1/2021). Namun Johny menegaskan bahwa kasus penyelundupan rokok ilegal itu juga dipicu kenaikan tarif cukai hasil tembakau yang besar. Kenaikan itu membuat harga rokok di pasaran semakin tinggi dan tak terjangkau daya beli masyarakat.

“Hal ini yang berakibat akan semakin maraknya peredaran rokok ilegal yang harganya jauh di bawah rokok legal,” tegasnya.

Kata Johny saat ini industri rokok sedang berjuang mempertahankan keberadaannya. Pihaknya berharap pemerintah untuk terus melakukan pemberantasan rokok ilegal.

“Karena produk kami tidak bisa bersaing dengan rokok ilegal,” katanya.

Gaperoma menyadari bahwa perjuangan menahan laju peredaran rokok ilegal adalah perkara yang sangat menantang. Sering mempertaruhkan nyawa. Sehingga Gaperoma beri apresiasi setinggi-tingginya atas tindak heroik petugas bea dan cukai. Tindakan dalam memberantas peredaran rokok ilegal.

Apresiasi Aksi Heroik Petugas

“Aksi heroik petugas tak hanya pada peristiwa 15 Januari 2021, tapi juga atas semua nacaman dan kekerasan yang telah dialami oleh petugas bea cukai dan penegak hukum lainnya,” kata Johny didampingi  Sekretaris Gaperoma Drs. Eko Sundjojo.

Ia menegaskan, tindakan tegas yang dilakukan para petugas untuk menegakkan hukum perlu dilakukan. Terlebih para pelaku telah terus menerus melakukan upaya penyelundupan rokok ilegal. Terlebih upaya tersebut dibarengi dengan kekerasan.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas tindakan tegas yang dimabil pemerintah. Khususnya bea cukai dalam keberhasilannya menghalau masuknya rokok ilegal. Sehingga menjamin keadilan bagi para pelaku usaha lainnya yang tunduk pada peraturan perundang-undangan,” bebernya menegaskan Gaperoma apresiasi penindakan kasus.

Gaperoma apresiasi penindakan kasus
Ketua Gaperoma Johny SH (kanan) dan Sekretaris Gaperoma Drs. Eko Sundjojo.

Johny menambahkan, usaha konsisten dan serius bea cukai dan para penegak hukum lainnya penting dilakukan. Mengingat dampak dari keberadaan rokok ilegal, tidak hanya berupa ketidak adilan bagi para pelaku usaha legal. Tetapi dalam industry secara keseluruhan, termasuk petani dan pekerja legal.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa menjaga kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan. Dan membantu bea cukai dan aparat penegak hukum lainnya untuk memberantas rokok ilegal,” pungkasnya.

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 7,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) menggagalkan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal. Seorang pengusaha tewas dalam kejadian tersebut, yang berujung keluarga melaporkan tuduhan pembunuhan ke polisi.

Polisi mengatakan pengusaha terkait rokok ilegal yang tewas dalam kejadian itu bernama Haji Jumhan bin Selo. Pengusaha tersebut dikenal masyarakat Kepri dengan sebutan Haji Permata.

“Iya nama aslinya H Jumhan bin Selo, dikenal dengan H Permata,” kata kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt kepada detikcom, Sabtu (16/1/2021) soal kasus rokok ilegal.

Untuk diketahui, keluarga Haji Permata melaporkan Bea-Cukai ke Polda Riau. Isi laporannya adalah dugaan pembunuhan terhadap Haji Permata diduga bos penyelundupan rokok ilegal.

“Dari surat tanda terima laporan, itu melaporkan ada dugaan tindak pidana pembunuhan. Pelapornya Bapak Arjuna, kalau tidak salah ini anak almarhum. Terlapornya Bea-Cukai,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi detikcom pagi tadi soal kasus diduga bos rokok ilegal itu.

Harry menjelaskan pihak keluarga diduga bos rokok ilegal itu melaporkan hal tersebut pada Jumat (15/1). Polisi akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengautopsi jenazah pengusaha tersebut.

“Tadi malam, pihak keluarga itu sudah membuat laporan polisi ke Polda Kepri. Berdasarkan laporan polisi itu, akan kami lakukan autopsi,” jelas Harry terkait laporan keluarga diduga bos rokok ilegal itu.(cak)