Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsFISIP UB Ajak Milenial Selami Makna Demokrasi

FISIP UB Ajak Milenial Selami Makna Demokrasi

NUSADAILY.COM-MALANG-Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik Universitas Brawijaya Malang, mengundang mahasiswa dan beberapa tokoh politik untuk berdialog tentang demokrasi di kalangan milenial, Selasa (29/10). Tak tanggung-tanggung, acara diskusi ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Acara bertajuk PRASASTI (Prakarsa Silang Argumentasi Tokoh Indonesia) ini mendiskusikan penyebab pudarnya demokrasi, munculnya gerakan separatisme di masyarakat, serta bagaimana mendorong partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam berdemokrasi.

I Made Rian Diana Kartika, dalam sambutannya memaparkan moralitas masyarakat Indonesia yang perlu diperbaiki dalam berdemokrasi. Made menyesalkan beberapa gerakan mahasiswa yang menilai DPR dengan begitu buruk. Menurutnya, menjadi DPR adalah tentang mengabdikan diri kepada rakyat sepenuhnya.

Acara yang berbentuk talkshow ini juga menghadirkan Gagah Soeryo Pamoekti, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang yang juga menjadi anggota dewan termuda tahun ini. Gagah menjelaskan tentang penerapan demokrasi di masyarakat. “Sebagai mahasiswa, yang terpenting bagaimana tanggung jawab kita untuk merefleksikan ilmu-ilmu kita supaya masyarakat lebih cerdas,” ujar Gagah.

Narasumber lain yang turut memberikan gagasannya ialah Nashrullah, staf khusus Kemendikbud Bidang Komunikasi Publik. Nashrullah menilai, mahasiswa punya waktu lebih banyak untuk belajar dan lebih produktif. Seperti di era berkembang ini, generasi muda perlu belajar untuk memilah berbagai informasi yang diperoleh.

Menurut Nashrullah, setiap individu adalah otonom. Dibebaskan menjadi produsen konten, bukan hanya terus menerus menjadi konsumen konten. “Setiap Individu milenial harus menjadi warga digital yang kritis dan memproduksi konten yang positif. Tentunya dengan dasar literasi yang baik dan bukan bertujuan mencela atau menjatuhkan orang lain,” jelasnya.
Dua pemateri lain yang turut hadir dalam diskusi yakni Luthfi Jayadi Kurniawan, Founder Malang Corruption Watch (MCW), serta Dr. Pradana Boy, staf kepresidenan RI.

Luthfi menegaskan, Indonesia butuh anak-anak muda yang progresif, memiliki kekuatan untuk berdiri tegak melakukan keseimbangan politik dan demokrasi. Namun begitu, demokrasi merupakan tanggung jawab bersama antara mahasiswa, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.(na/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily