FIB Unair Investigasi Kasus Mahasiswa Fetish Jarik

  • Whatsapp
Kasus Gilang Mahasiswa FIB Unair
banner 468x60

NUSADAILY.COM -SURABAYA– Dua hari yang lalu media sosial digemparkan dengan pengakuan salah seorang pengguna akun twitter @m_fikris tetang pelecehan seksual yang dilakukan Gilang yang merupakan mahasiswa FIB Unair.

Kasus ini membuat seluruh kalangan mengecam perbuatannya. Bahkan yang lebih mengejutkan, banyak dari warganet yang mengaku pernah dihubungi Gilang melalui DM Instagram dengan menunjukkan bukti percakapan mereka. Setelah salah seorang korban membagikannya di twitter.

Baca Juga

BACA JUGA: Suko Widodo: Unair Pasti Tindak Tegas Pelaku “Fetish” Jarik Mahasiswa

Dengan proses perkenalan dan berkedok riset mahasiswa yang sama, Gilang mencoba mencari korban lain. Warganet pun tak henti-hentinya meramaikan dan memviralkan postingan korban dengan harapan pelaku segera tertangkap.

Tim Nusadaily pun mencoba menghubungi mahasiswa FIB Unair tersebut terkait dengan kasus ini namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respon apapun dari pihak Gilang.

Tak menunggu lama, pihak FIB Unair pun langsung mengambil tindakan atas kasus yang melibatkan mahasiswanya tersebut.

Dilansir dari laman web FIB Unair, Kamis 30 Juli 2020 Komisi Etik FIB mengadakan rapat sekaligus menyusun langkah-langkah. Guna merespons keramaian di media sosial tentang dugaan perbuatan yang dilakukan salah satu civitas akademiknya.

Puji Karyanto S.S., M.Hum Wakil Dekan 1 FIB Unair menjabarkan bahwa sebagai lembaga pendidikan, FIB Unair akan menangani polemik ini sesuai dengan domainnya.

“Untuk tingkat fakultas, tentu menjadi tugas komisi etik untuk membuat pertimbangan sanksi etik jika pelanggarannya adalah pelanggaran etik. Misalnya pelanggaran pedoman perilaku kehidupan kampus. Jika pelanggarannya masuk kategori pidana tentu menjadi tugas aparat penegak hukum untuk menanganinya. Jadi kami akan menangani yang menjadi domain kami. Sementara penegak hukum akan menangani yang menjadi domain penegak hukum,” terangnya.

FIB Unair Lakukan Investigasi

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Pak Puji juga memberikan informasi terbaru hasil kerja investigasi yang dilakukan oleh FIB Unair. Setelah mencoba mengontak terduga sejak Kamis pagi, pihak FIB Unair masih belum berhasil menghubungi terduga.

Meski telah berusaha menelepon berkali-kali. Namun demikian, FIB Unair akhirnya berhasil menghubungi pihak keluarga terduga.

“Dalam waktu dekat kami akan tabayun dulu. Konfirmasi dan mendengar kesaksian keluarga dan sedapat mungkin juga dari yang bersangkutan. Untuk mendapatkan informasi yang berimbang,” ucapnya.

Pak Puji juga menambahkan, saat ini sudah ada beberapa laporan dari terduga korban yang teridentifikasi dan sedang dalam tahap pendalaman.

Adapun terkait perkembangan di media sosial yang menyebutkan informasi terkait beberapa pihak yang diduga pernah menjadi korban. FIB Unair siap menyediakan layanan konseling.

“Bagi terduga korban yang membutuhkan bantuan konseling, FIB Unair akan segera melayani. Kami telah berkoordinasi dengan Help Center Unair dan Unit Pelayanan Psikologi Unair.” tukasnya.(aka)

Post Terkait

banner 468x60