Dua Ruas Tol Baru di Jabodetabek Segera Operasi, Tol Semarang-Demak Masih 10 Persen

  • Whatsapp
Pembangunan tol Semarang- Demak masih 10 persen. (foto: istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kawasan metropolitan Jabodetabek bakal memiliki 2 ruas tol baru tahun ini. Kedua ruas ini merupakan milik kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Keduanya juga merupakan ruas yang terintegrasi dengan jaringan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II.

"
"

Baca Juga

"
"

Ruas pertama yakni Tol Serpong-Cinere yang dikelola oleh PT Cinere Serpong Jaya (CSJ). Direktur Utama PT CSJ Ayu Widya Kiswari mengatakan, ruas Jalan Tol Serpong-Cinere direncanakan beroperasi fungsional pada bulan Desember 2020.

“Progres pembebasan lahan Jalan Tol Serpong-Cinere secara keseluruhan telah mencapai 92,17% sedangkan konstruksinya hingga 30 Juli 2020 telah mencapai 83,33% dan diperkirakan dapat difungsionalkan bulan Desember 2020,” ungkap Ayu Widya Kiswari, dikutip nusadaily.com, Selasa (11/8/20).

Jalan Tol Serpong-Cinere memiliki total panjang 10,14 Km, terdiri dari dua Seksi, yakni Seksi 1 Serpong – Pamulang (6,59 Km) dan Seksi 2 Pamulang – Cinere (3,55 Km). Ruas Jalan Tol Serpong – Cinere akan melintasi wilayah Serpong (Jombang), Serua, Ciputat, Pamulang, dan Pondok Cabe/Cinere. Jalan Tol ini nantinya akan tersambung dengan Jalan Tol Serpong-Kunciran yang telah lebih dahulu beroperasi serta Jalan Tol Cinere-Jagorawi.

Selanjutnya, proyek Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) juga segera kelar. Direktur PT JKC Agus Suharjanto mengatakan, hingga saat ini dengan status sampai dengan 02 Agustus 2020, progres pembebasan lahan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran telah mencapai 89,94% dan konstruksi mencapai 87,11%.

“Direncanakan akhir Tahun 2020, seluruh Seksi Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran siap dioperasikan secara fungsional,” ungkapnya, dalam kesempatan yang sama.

Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dengan panjang 14,19 Km terbagi menjadi empat Seksi, yaitu Seksi I Simpang Susun Kunciran – Underpass Tirtayasa (2,04 Km), Seksi II Underpass Tirtayasa – Underpass Benteng Betawi (3,52 Km), Seksi III di Underpass Benteng Betawi – Underpass Husein Sastranegara (6,57 Km) dan Seksi IV Underpass Husein Sastranegara – Simpang Susun Benda (2,06 Km).

Tol Semarang-Demak Baru Digarap 10 Persen

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi seperti kawasan industri dan kawasan pariwisata di berbagai daerah. Salah satunya dengan pembangunan proyek Tol Semarang – Demak sepanjang 27 km yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang.

“Beberapa waktu lalu Tol Trans Jawa diresmikan dari Merak sampai dengan Pasuruan dan akan kita teruskan hingga ke Banyuwangi. Kami juga membangun Tol Semarang – Demak yang digabungkan dengan tanggul laut sekaligus untuk menanggulangi rob di Semarang,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa (11/8/20).

Dikatakan Basuki, fokus pembangunan Kementerian PUPR pada 5 tahun ke depan adalah menghubungkan jalan tol  dengan kawasan-kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata. Hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin tahun 2019-2024.

Pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak dilakukan dengan skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU). Jalan tol ini terbagi menjadi dua seksi, Seksi 1 (Semarang – Sayung) sepanjang 10,69 km merupakan dukungan pemerintah. Sementara Seksi 2 (Sayung – Demak) sepanjang 16,31 km merupakan tanggung jawab Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Pembangunan Seksi 1 masih dalam proses pengajuan Green Book dan penyusunan Desain Rencana Teknik Akhir (RTA). Sementara progres pembangunan Seksi 2 sudah mencapai 30,53% untuk pembebasan lahan dan 10,56% untuk fisik. Konstruksi Seksi 1 direncanakan selesai pada akhir 2022 dan Seksi 2 ditargetkan selesai Juni 2022.

Secara teknis Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki dua simpang susun. Kecepatan rencana 100 km/jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2×2 dan jalur akhir 2×3. Kehadiran Tol Semarang – Demak nantinya selain akan mendukung kawasan industri juga akan mendukung Demak sebagai kawasan wisata religi.

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp 15,3 triliun dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya – PT Pembangunan Perumahan KSO, konsultan supervisi PT Virama Karya dan konsultan perencana PT LAPI – ITB. (iro/aka)

Post Terkait

banner 468x60