Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsDi Hadapan Global Forum of MUFPP, Wagub Emil Sebut Pentingnya Ketahanan Pangan

Di Hadapan Global Forum of MUFPP, Wagub Emil Sebut Pentingnya Ketahanan Pangan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- NGANJUK – Hari Pangan Sedunia 16 Oktober lalu, masih jadi momentum. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kembali menekankan pentingnya kebijakan seputar ketahanan pangan bagi suatu daerah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Akses terhadap pangan, sandang, dan keamanan adalah tugas paling dasar dari setiap pemimpin daerah terhadap masyarakatnya. Karenanya, sudah menjadi komitmen Pemprov Jatim untuk menyediakan pangan berkualitas yang mudah diakses oleh masyarakat,” sebut Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dalam 7th Global Forum of Milan Urban Food Policy Pact – United Cities and Local Government (MUFPP – UGLC) yang dihadiri secara virtual di Command Center Kabupaten Nganjuk, Kamis (21/10).

Wagub Emil, mengatakan kebijakan pangan yang baik dari suatu daerah adalah indikator penting bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kebijakan publik adalah hal paling utama bagi terwujudnya “sustainable society”. Karena itu ketersediaan pangan harus dipastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki akses terhadap sistem pangan yang sehat,” sebut Emil.

Emil menegaskan bahwa upaya-upaya Jatim dalam memerangi kesulitan pangan di masa pandemi sangat detail dan dilakukan tepat sasaran.

Selama 2020-2021, terdapat 3.8 juta masyarakat terdampak Covid-19. Kondisi tersebut berimbas pada meningkatnya jumlah bantuan pangan dari Pemprov Jatim yang disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bantuan dari Pemprov Jatim Meningkat

Dalam program ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima kartu dengan saldo dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendapat sejumlah sembako.

“Bantuan pangan dari Pemprov Jatim meningkat di angka 3.8 juta, dan bantuan itu kami salurkan dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” paparnya.

Pemprov Jatim memfasilitasi para penerima manfaat dengan kartu yang dapat mereka gunakan untuk mendapatkan bantuan pangan berupa sembako di kios-kios tertentu.

Tak hanya memastikan ketahanan pangan tercukupi, Emil menyebut, Pemprov Jatim juga mengupayakan kesejahteraan para petani di seluruh Bumi Majapahit.

Pihaknya bersyukur, bahwa produktivitas petani sama sekali tidak menurun di masa Pandemi Covid-19.

“Program yang diinisiasi oleh Ibu Gubernur ini diharap dapat menguntungkan petani Jatim juga. Rutinitas sehari-hari mereka diamati tidak berubah, masih tetap produktif dengan hasil panen yang melimpah,” sebut mantan Bupati Trenggalek itu.

Emil mengatakan bahwa langkah BPNT dengan memanfaatkan hasil panen yang disortir dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terdekat. Langkah itu merupakan upaya untuk memastikan agar petani lokal juga mendapatkan pasar pada panen mereka.

Sumber Pangan Disortir dari Gapoktan

“Karena itu, sumber pangan kami sortir dari Gapoktan di daerah itu. Ini adalah upaya kami untuk menciptakan pasar bagi para petani lokal, mengingat kesejahteraan petani juga merupakan prioritas Jatim,” jelasnya.

Mengingat turun naiknya harga komoditas panen di pasaran, Emil menekankan pentingnya intervensi dan monitor pemerintah dalam menyeimbangkan harga pangan. Seperti, menaikkan harga suatu komoditas untuk menutupi kerugian dari harga komoditas lain yang tengah defisit.

“Harga komoditas yang berlaku dibuat bervariasi dari satu kota ke kota lain guna menyeimbangkan harga dengan daerah lain yang mengalami defisit. Ini untuk memantau kenaikan dan penurunan harga hasil bumi,” jelasnya.

Langkah intervensi lain yang diambil Pemprov Jatim meliputi intervensi on farm (di pertanian). Dimana produksi bibit unggul dan kontrol kualitasnya menjadi prioritas.

Terdapat juga intervensi off farm (setelah proses panen) yang berfokus pada pengembangan produk komoditas hasil panen dan peningkatan teknologi pertanian.

Setelah itu, proses ini berlanjut pada pengawasan menyangkut pemasaran serta distribusi, yang melibatkan branding, promosi, sertifikasi produk, serta pasar tani.

Sementara dalam upaya ekspor, Emil menambahkan, bahwa Pemprov Jatim juga memudahkan akses terhadap pasar internasional, ekuivalensi dan rekognisi, serta pemenuhan protokol ekspor bagi komoditas panen petani Jatim.

“Bentuk intervensi dilakukan on farm, off farm, serta dalam bidang pemasaran dan ekspor. Ini termasuk upaya peningkatan teknologi di bidang pertanian, memperpanjang usia penyimpanan hasil panen, dan menciptakan harga yang wajar di pasaran.” terangnya.

Di akhir paparannya, Emil berharap, agar semua lapisan masyarakat, utamanya petani, dapat saling bersinergi dalam mengamankan asupan pangan Jawa Timur, dan menghasilkan timbal balik yang menguntungkan bagi semua pihak.

“Setiap Gapoktan di Jatim dapat mengambil bagian dalam ketahanan pangan Jawa Timur, ini dengan harapan kita semua dapat saling menguntungkan dan sukses memerangi dampak Covid-19,” ujarnya.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR