Dewan Pers: Perempuan Adalah Center of Universe

  • Whatsapp
Dewan Pers Perempuan Center of Universe
M. Agung Dharmajaya, anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Periode 2019-2022.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Dewan Pers menyatakan perempuan adalah center of universe. Hal itu ditegaskan M. Agung Dharmajaya Dewan Pers dalam diskusi BBC Action, Dewan Pers dan Kementerian PPPA, Jumat (27/11/2020).  Diskusi publik via zoom dengan tema Pandemi COVID-19 dan Perlindungan terhadap perempuan, bagaimana peran pers.

BACA JUGA: Femina Media Usung Terobosan Baru di Era Pandemi, Nova Eliza Suarakan Kisah Perempuan

Read More

BACA JUGA: Diskusi BBC Action: Menteri PPPA Tegaskan Pemberdayaan Perempuan Kunci Peningkatan Pendapatan Negara

BACA JUGA: Ini Isi Surat Edaran Kemendagri ke Pemda Terkait PPA – Imperiumdaily.com

Menurut Agung, perempuan itu center of universe. Ia memberi apresiasi untuk para perempuan. Kendati data yang ia dapat bahwa kekerasan terhadap perempuan dari Maret sampai November ada 710 laporan. Itu sesuai data dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk keadilan (LBH APIK). Dari kasus itu 225 adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Resiko yang dihadapi perempuan di masa pandemi,  stress terganggu jejaring perlindungan dan social, hilang mata pencaharian, penurunan akses ke layanan publik, menanggung beban ekonomi keluarga. Di era ini orang mengedepankan ekonomi atau kebutuhan kesehatan, dua-duanya mengandung risiko,” papar anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Periode 2019-2022.

Mengambil dari keberhasilan Femina Media, ia menegaskan bahwa perempuan adalah market besar media. Tapi media lebih banyak bicara politik, criminal, gossip.

“Banyak yang lupa dengan kebutuhan perempuan,” tegas anggota Dewan Pers ini mengatakan perempuan adalah Center of Universe.

Ia mengingatkan peran pemberitaan. Bahwa media memberitakan peran positif perempuan, namun media juga memberitakan kekerasan yang dialami perempuan. Tampak media memberikan perhatian khusus pada meningkatknya kasus kekerasan terhadap perempuyan selama pandemi.

“Peran media memberikan informasi dan memberikan edukasi. Mendorong perilaku yang baik seperti apa,” tegasnya.

Peran Media untuk Perempuan

Dewan Pers Perempuan Center of Universe

Agung memberi contoh berita yang positif bagi perempuan. Seperti berita dari CNN berjudul Menengok Peran Perempuan dalam Pandemi COVID-19. Berita dari VOA berjudul Perempuan, Salah Satu kelompok yang Paling Rentan dalam Pandemi Corona.

“Kembali saya tegaskan, perempuan itu center of universe. Perempuan itu adalah segalanya, negara ini baik karena perempuan, rumah tangga ini baik karena perempuan. Saya apreasi perempuan yang luar biasa urusi anak, urusi suami dan sekarang bertambah lagi pekerjaannya di era pandemi,” paparnya.

Sementara itu, Dr. Binahayati Rusyidi MSW peneliti dari Universitas Padjadjaran memberikan closing statement. Bahwa badai belum berlalu, dampak COVID-19, angka panjang perjalanan yang masih harus ditempuh, baik dari sisi ekonomi dan sosial tahun ini.

“Saya optimis kita akan mampu, Indonesia sudah didera berbagi krisis.Kita sudah belajar. Bahwa perempuan rentan atas kekerasan, kita harus belajar untuk bisa merancang dan mengantisipasi. Jangan sampai hal itu dianggap sebagai nomor dua lagi,” tegasnya.

Menurutnya waktu ini tepat untuk membangun emergeny system. Untuk mengantisipasi hal ini tidak terjadi kepada perempuan.

“Bahwa sistem kita tidak siap untuk situasi ini, sistem kita hanya siap di situasi normal. Mengantisipasi dampak lebih luas, kita tetap oprimis bisa membangun,” pungkasnya.(cak)