Demokrat: Pertamina Rugi Rp 11 T Ahok Malah Pencitraan

  • Whatsapp
sumber foto: detikFinance
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Politisi Partai Demokrat menilai pernyataan Ahok itu hanya sebagai pencitraan. Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membongkar aib perusahaan pelat merah itu, dari direksi hobi lobi menteri hingga soal gaji.

“Saya khawatir ini bentuk pencitraan Pak Ahok saja di kala image negatif akibat kerugian Pertamina,” kata anggota Komisi VI F-Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga

Untuk diketahui, Pertamina mengalami kerugian selama semester I-2020 yang besarannya mencapai US$ 767,92 juta atau setara Rp 11,13 triliun. Herman pun meminta Ahok tidak menyerang perusahaan tempatnya bernaung itu.

“Pak Ahok adalah Komut di Pertamina. Sebaiknya silakan gunakan kewenangannya untuk melakukan pembinaan dan pengawasannya secara internal. Saya setuju bahwa Pertamina harus efisien, profesional, dan menjadi perusahaan hebat ke depan,” ujar Herman.

“Tetapi di kala Pertamina rugi Rp 11,3 T dan kerugian ini di era Ahok, janganlah menyerang institusi sendiri dan bahkan menyerang Kementerian BUMN untuk dibubarkan,” lanjut dia.

BACA JUGA: BUMN Respon Kritik Ahok: Semua Penugasan dari Kementerian, Termasuk Pak Ahok

Herman juga meminta Ahok membuktikan prestasinya sebagai Komut Pertamina dan tidak membuat kegaduhan. Pernyataan Ahok yang membongkar aib Pertamina itu pun dinilainya melanggar kepatutan.

“Tunjukkan saja prestasinya, dan janganlah selalu membuat gaduh di mana pun berada. Pernyataan saya belum sampai ke sana (minta Ahok dicopot), tetapi secara etika memang pernyataan Pak Ahok melanggar kepatutan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ahok yang membongkar aib Pertamina. Ahok menyebut direksi Pertamina punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor.

BACA JUGA: China Sebut Latihan Militer di dekat Taiwan ‘Tindakan yang Diperlukan’

“Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian,” kata Ahok dalam akun YouTube POIN.

Selain itu, Ahok mengungkap masalah lain, yakni manipulasi gaji. Ahok menyebut kerap menemui masalah terkait gaji, khususnya di jabatan direktur utama anak perusahaan.

“Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih, masa dicopot gaji masih sama, alasannya dia sudah orang lama harusnya gaji mengikuti jabatan Anda,” ujar Ahok.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR F-Gerindra Andre Rosiade menilai pernyataan Ahok telah membuat Pertamina gaduh. Ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Ahok dari jabatan Komut PT Pertamina (Persero).

“Nah, untuk perbaikan ke depan, ya, saya usulkan sebagai mitra di Komisi VI DPR, saya usul Pak Jokowi lebih baik (Ahok) dicopot sajalah supaya tidak menimbulkan kegaduhan, apalagi Pertamina lagi fokus perbaiki kinerja di semester kedua ini. Apalagi, Pertamina ini, sekarang di semester kedua ini, bulan Juni ini sudah mendapatkan laba operasi tercatat itu Juni 2020, 443 juta USD, di mana kinerjanya sudah kembali mulai membaik dan sudah mencatat laba operasi unit,” kata Andre, Selasa (15/9). (han)

Post Terkait

banner 468x60