Rabu, Mei 25, 2022
BerandaNewsMetropolitanCepat Tanggap Hadapi Lonjakan COVID-19, Kemenkes Bersinergi dengan Unsur Lain

Cepat Tanggap Hadapi Lonjakan COVID-19, Kemenkes Bersinergi dengan Unsur Lain

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan sinergitas antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Sosial (Kemensos), TNI serta Polri sangat diperlukan. Dalam merespon secara cepat dan tanggap apa yang diperlukan oleh masyarakat di tengah PPKM Darurat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal tersebut, kata Menkes Budi, sebagai upaya menurunkan tren penyebaran COVID-19, karena menurutnya Kemenkes tentu saja tidak bisa bekerja sendirian.

“Jadi kalau saya bilang. Ya.. sudah tergantung kita. Kalau kita mau cepat ya.. Kita disiplin. Jangan kemana-mana,” ujarnya saat mengikuti kegiatan talkshow di TV swasta Senin (19/7/2021).

Baca Juga: Kemenkes Apresiasi Capaian Vaksinasi di Kepri Sudah 60,32 Persen

Untuk itu, dirinya mengimbau apabila masyarakat menginginkan pelandaian kasus COVID-19 ini segera terjadi. Maka mereka wajib disiplin protokol 3M, begitu juga dengan sebaliknya.

“Tentunya penerapan PPKM Darurat berdampak kepada ruang gerak warga masyarakat yang semakin dipersempit. Juga ada dampak kepada penurunan pendapatan sebagian masyarakat,” Kata Menkes Budi.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, TNI-Polri Siap Lakukan Pengawalan

Pemerintah Terus Distribusikan Bansos

Menkes menambahkan, Pemerintah menyadari betul hal tersebut. Oleh karena itu bantuan sosial (bansos) terus gencar didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi mengakui jika pelaksanaan PPKM darurat memang belum sempurna dalam memenuhi target.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Wali Kota Malang Belum Dapat Surat Resmi

Meski begitu, ia menyatakan bukan berarti PPKM Darurat tidak ada hasil. “Apakah enggak ada hasilnya? ada. Apakah bisa ditingkatkan, sangat bisa,” ujarnya.

Sembari penerapan PPKM Darurat, Menkes Budi juga mengatakan bahwa target vaksinasi sebanyak 1 juta per hari, terus gencar dilakukan. Walaupun, faktanya hanya dapat dipenuhi 546 ribu per hari.

Menkes Budi melanjutkan, upaya untuk terus menekan laju penyebaran Kemenkes kini tengah bersinergi dengan unsur pemerintah lainnya.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Magetan Siapkan Tiga Faskus

Lebih lanjut Menkes Budi menyatakan pemerintah terus berupaya keras memperbaiki capaian target yang masih harus dikejar. Menurutnya, pemerintah tengah dan akan memperbanyak testing, tracing, dan treatment.

“Pemerintah akan terus gencar mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Menkes Budi.

Baca Juga: Terdampak Pandemi, Pedangdut Magetan Jualan Pecel

PPKM Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Untuk diketahui, PPKM Darurat yang diberlakukan sebagai upaya menekan laju penyebaran COVID-19 kembali diperpanjang hingga 25 Juli 2021,

Menurut Keterangan Presiden Joko Widodo pada Selasa (20/7/2021). Di samping itu ia juga mengatakan, jika sampai tanggal 25 Juli 2021 terjadi penurunan tren penyebaran COVID-19. Pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap.

Baca Juga: Dok…! Presiden Jokowi Putuskan PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tak berani untuk memprediksi kapan penambahan kasus COVID-19 di Indonesia akan melandai atau menurun trennya pascapenerapan PPKM Darurat.

Namun menurutnya yang saat ini bisa dilakukan adalah seluruh pihak agar lebih bersinergi menangani pandemi.(sir/ark)

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan sinergitas antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Sosial (Kemensos), TNI serta Polri sangat diperlukan. Dalam merespon secara cepat dan tanggap apa yang diperlukan oleh masyarakat di tengah PPKM Darurat.

Hal tersebut, kata Menkes Budi, sebagai upaya menurunkan tren penyebaran COVID-19, karena menurutnya Kemenkes tentu saja tidak bisa bekerja sendirian.

"Jadi kalau saya bilang. Ya.. sudah tergantung kita. Kalau kita mau cepat ya.. Kita disiplin. Jangan kemana-mana," ujarnya saat mengikuti kegiatan talkshow di TV swasta Senin (19/7/2021).

Baca Juga: Kemenkes Apresiasi Capaian Vaksinasi di Kepri Sudah 60,32 Persen

Untuk itu, dirinya mengimbau apabila masyarakat menginginkan pelandaian kasus COVID-19 ini segera terjadi. Maka mereka wajib disiplin protokol 3M, begitu juga dengan sebaliknya.

"Tentunya penerapan PPKM Darurat berdampak kepada ruang gerak warga masyarakat yang semakin dipersempit. Juga ada dampak kepada penurunan pendapatan sebagian masyarakat," Kata Menkes Budi.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, TNI-Polri Siap Lakukan Pengawalan

Pemerintah Terus Distribusikan Bansos

Menkes menambahkan, Pemerintah menyadari betul hal tersebut. Oleh karena itu bantuan sosial (bansos) terus gencar didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi mengakui jika pelaksanaan PPKM darurat memang belum sempurna dalam memenuhi target.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Wali Kota Malang Belum Dapat Surat Resmi

Meski begitu, ia menyatakan bukan berarti PPKM Darurat tidak ada hasil. “Apakah enggak ada hasilnya? ada. Apakah bisa ditingkatkan, sangat bisa,” ujarnya.

Sembari penerapan PPKM Darurat, Menkes Budi juga mengatakan bahwa target vaksinasi sebanyak 1 juta per hari, terus gencar dilakukan. Walaupun, faktanya hanya dapat dipenuhi 546 ribu per hari.

Menkes Budi melanjutkan, upaya untuk terus menekan laju penyebaran Kemenkes kini tengah bersinergi dengan unsur pemerintah lainnya.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Magetan Siapkan Tiga Faskus

Lebih lanjut Menkes Budi menyatakan pemerintah terus berupaya keras memperbaiki capaian target yang masih harus dikejar. Menurutnya, pemerintah tengah dan akan memperbanyak testing, tracing, dan treatment.

“Pemerintah akan terus gencar mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Menkes Budi.

Baca Juga: Terdampak Pandemi, Pedangdut Magetan Jualan Pecel

PPKM Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Untuk diketahui, PPKM Darurat yang diberlakukan sebagai upaya menekan laju penyebaran COVID-19 kembali diperpanjang hingga 25 Juli 2021,

Menurut Keterangan Presiden Joko Widodo pada Selasa (20/7/2021). Di samping itu ia juga mengatakan, jika sampai tanggal 25 Juli 2021 terjadi penurunan tren penyebaran COVID-19. Pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap.

Baca Juga: Dok…! Presiden Jokowi Putuskan PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tak berani untuk memprediksi kapan penambahan kasus COVID-19 di Indonesia akan melandai atau menurun trennya pascapenerapan PPKM Darurat.

Namun menurutnya yang saat ini bisa dilakukan adalah seluruh pihak agar lebih bersinergi menangani pandemi.(sir/ark)