Cara Mengetahui Wanita Tidak Perawan, Berdasar Fisik

  • Whatsapp
Ilustrasi/Tandaseru.id
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA-Walaupun zaman sudah berganti, ternyata perawan atau tidaknya wanita masih menjadi salah satu pertimbangan untuk memilih pasangan.

Walaupun tidak semua laki-laki tidak seperti itu, namun kebanyakan laki-laki mengidamkan wanita yang masih perawan dengan berbagai alasan.

Terlepas dari hal itu, masih perawan atau tidaknya seseorang ada ciri-cirinya.

Berikut adalah ciri-ciri fisik wanita yang sudah tidak perawan yang sudah dirangkum Nusadaily.com rangkum dari berbagai sumber.

Ciri-ciri fisik wanita yang sudah tidak perawan

Telapak tangan

Berdasarkan garis telapak tangan, wanita yang tidak perawan warnanya pucat dan tidak merah saat dipencet.

Berbeda dengan wanita yang masih perawan yang telapak tangannya halus dan licin.

Payudara

Payudara wanita yang sudah tidak perawan akan terlihat berbeda dengan wanita yang masih perawan.

Menurut para ahli, perbedaan itu bisa terlihat dari ukuran payudara yang lebih besar untuk wanita yang sudah tidak perawan.

Selain besar, payudara wanita tidak perawan akan terlihat kendur dan bergoyang saat berjalan atau berlari.

Di samping itu, ciri lainnya adalah bentuk puting yang lebih panjang dan keluar dari tempatnya.

Mata

Ciri seorang wanita yang sudah tidak perawan juga bisa terlihat dari bagian matanya.

Bagian bawah mata pada wanita yang sudah tidak perawan akan terlihat memar.

Memar ini akan terlihat seperti garis berkeriput.

Sementara gadis yang masih suci, bagian bawah matanya terlihat bersih tanpa kerutan.

Punggung

Meski tidak menjamin 100 persen, namun punggung wanita yang sudah tidak perawan akan berbeda dengan wanita yang masih perawan.

Punggung wanita yang tidak perawan ukurannya lebih besar dan lebar.

Hal ini bisa terlihat dari cara wanita berjalan.

Wanita tidak perawan punggungnya berisi besar dan montok. terlihat saat berjalan.

Perut

Sejumlah ahli mengatakan, wanita yang sudah pernah berhubungan intim perutnya mengembang dan agak buncit.

Hal ini disebabkan saat berhubungan intim wanita menggunakan otot perut menyebabkan perut otot mengembang.

Hidung

Berdasarkan penelitian para ahli, wanita yang sudah tidak perawan bagian ujung hidungnya akan terlihat merah pucat.

Sedangkan wanita yang masih perawan ujung hidungnya merah bersih.

Selaput dara wanita

Selaput dara adalah selapis jaringan yang berada pada bukaan vagina, atau dapat juga disebut sebagai lubang kemaluan. Secara normal, semua selaput dara pasti memiliki lubang bukaan. Karena jika tidak, maka darah menstruasi tidak akan bisa keluar.

Lubang yang terdapat di selaput dara ukurannya bisa berbeda. Namun umumnya, bukaan yang ada pada jaringan ini berukuran sebesar jari, atau tampon ukuran kecil.

Ketebalannya pun bervariasi. Beberapa wanita memiliki selaput dara yang tebal. Namun sebagian lain memiliki lapisan yang tipis. Bahkan, ada juga wanita yang sama sekali tidak memiliki selaput dara sejak lahir.

Hingga saat ini, fungsi selaput dara untuk tubuh belum begitu jelas. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa lapisan ini bisa saja berada di vagina untuk menghadang masuknya bakteri ke dalam tubuh.

Bentuk selaput dara bisa berbeda-beda pada setiap orang. Begitu juga dengan definisi keperawanan.

Seseorang dikatakan sudah tidak perawan, apabila telah melakukan hubungan seksual. Namun, hubungan seksual dapat dilakukan dengan bermacam cara dan tidak hanya dengan penetrasi penis ke vagina.

Beberapa orang mungkin saja melakukan hubungan seksual secara oral maupun secara anal. Meski tidak terjadi kerusakan pada selaput dara, namun mereka menganggap diri sendiri sudah tidak perawan.

Sebaliknya, ada juga wanita yang telah melakukan hubungan seksual dengan penterasi penis ke vagina, tapi sama sekali tidak mengalami perdarahan, karena selaput daranya tidak “robek”.

Ternyata, hanya sekitar 40% wanita yang mengalami perdarahan setelah berhubungan intim untuk pertama kalinya. Perdarahan ini bisa muncul karena beberapa wanita memiliki jaringan selaput dara yang lebih tebal, sehingga kurang elastis dan sulit melebar, saat penis masuk ke vagina.

Lagipula, pembuluh darah yang terdapat di selaput dara, jumlahnya tidak banyak. Sehingga, perdarahan yang terjadi umumnya bukan karena selaput dara yang “robek”, melainkan akibat luka di dinding vagina karena kurangnya produksi cairan “pelumas” dari vagina saat penis melakukan penetrasi ke area tersebut.

Saat perdarahan terjadi, jumlah darah yang keluar pun bisa berbeda, mulai dari hanya beberapa tetes, hingga cukup banyak dan terus keluar hingga tiga hari, layaknya menstruasi.

Dengan mengenali lebih jauh mengenai bentuk, fungsi, serta cara kerja selaput dara, Anda diharapkan tidak lagi mempercayai mitos seputar keperawanan dan sobeknya selaput dara. (kal)