Butuh Tumbal Tiga Jenderal untuk Bui Djoko Tjandra, Mahfud Tepis Isu Miring

  • Whatsapp
kasus Djoko Tjandra
kasus Djoko Tjandra
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kesaktian Djoko Tjandra musnah dihadapan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit bersama jajarannya. Ia tak berkutik saat ditangkap di Malaysia dan di keler ke Indonesia Kamis Malam (30/7) lalu. Namun kesaktian Djoko baru bisa terlucuti setelah memakan tumbal Tiga Jenderal.

Namun demikian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md menilai dalam kasus terpidana pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra sudah sejak lama dikelilingi mafia hukum. Hal itu diungkap Mahfud lantaran perjalanan kasus Djoko Tjandra dimulai dari tahun 2009.

Baca Juga

“Awalnya ada yang bilang pemerintah bersandiwara mau menangkap Djoko Tjandra. Toh dia diberi karpet merah. Ada yang bilang pemerintah hanya main ‘Ciluk Ba’. Ada yang bilang ini hanya ribut sebulan dan setelah itu kasusnya dilupakan orang. Akrobat hukum Djoko Tjandra itu dimulai tahun 2009,” kata Mahfud, dalam akun Twitter-nya, Sabtu (1/8/2020).

BACA JUGA: Setelah Tinggal di Apartemen Mewah, Kini Djoko Tjandra Huni Rutan Salemba Cabang Mabes Polri

Mahfud mengatakan dari tahun 2009 itulah Indonesia sudah dikerjai oleh mafia hukum dalam kasus Djoko Tjandra. Sebab, kata Mahfud, Djoko Tjandra bisa mengetahui vonis hukuman penjara bagi dirinya dan melarikan diri sebelum hakim mengetuk palu.

“Siapa yang memberi karpet kepada dia saat itu sehingga bisa kabur sebelum hakim mengetukkan vonisnya? Limbah mafia ini sudah lama ada, perlu kesadaran kolektif,” ucap Mahfud.

Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia

Seperti diketahui terpidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia. Buron negara itu diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (30/7) malam.

Bareskrim Polri secara resmi menyerahkan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung. Proses penyerahan Djoko Tjandra dilakukan langsung dan secara administrasi.

BACA JUGA: Yasonna Laoly Komentari Penangkapan Djoko Tjandra

Penyerahan dilakukan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2020). Penandatanganan dihadiri oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga, dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono.

“Malam ini bahwa ada penyerahan terpidana kasus korupsi pengalihan cessie Bank Bali sesuai keputusan PK Mahkamah Agung Nomor 12/Pisus/2009 tanggal 11 Juni 2009 atas nama Djoko Soegiarto Tjandra,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (han)

Post Terkait

banner 468x60