Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsEkonomiWall Street Beragam, S&P 500 dan Nasdaq Jatuh Terseret Jasa Komunikasi

Wall Street Beragam, S&P 500 dan Nasdaq Jatuh Terseret Jasa Komunikasi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – NEW YORK – Wall Street beragam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah, karena laporan keuangan kuartalan yang mengecewakan dari Snap Inc dan Intel Corp menekan sektor komunikasi dan teknologi. Sehingga Investor gelisah saat Ketua Fed Jerome Powell membahas pengurangan stimulus.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 73,94 poin atau 0,21 persen, menjadi menetap di 35.677,02 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 4,88 poin atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 4.544,90 poin. Serta Indeks Komposit Nasdaq anjlok 125,50 poin atau 0,82 persen, menjadi berakhir di 15.090,20 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor keuangan terangkat 1,33 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor jasa komunikasi merosot 2,28 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Indeks Dow Jones berhasil mengakhiri hari di rekor penutupan tertinggi untuk pertama kali sejak 16 Agustus. Tetapi ketiga indeks telah kehilangan kekuatan di perdagangan pagi saat Powell berbicara, tetapi terus mengurangi kerugiannya dalam sesi berfluktuasi.

Baca Juga: Wall Street Beragam, Indeks S&P 500 Naik ke Rekor Penutupan Tertinggi

Namun, ketiga indeks mencatat kenaikan minggu ketiga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak awal Juli. Dengan S&P menambahkan 1,6 persen untuk minggu ini. Sementara Dow naik 1,1 persen dan Nasdaq naik 1,3 persen.

Powell mengatakan bank sentral AS “di jalur” untuk mulai mengurangi pembelian asetnya.

Sean Sun, manajer portofolio di Thornburg Investment Management di Santa Fe, New Mexico mengatakan Powell “tidak tampak lebih hawkish.”

Tetapi Sun mengatakan investor “sangat cemas” tentang perolehan laba Snap yang lebih lemah dari perkiraan, yang menghubungkan beberapa kelemahan dalam bisnis periklanannya. Dengan gangguan rantai pasokan global dan kekurangan tenaga kerja yang menyebabkan merek-merek menarik kembali pengeluaran iklan mereka.

Saham Snap anjlok lebih dari 25 persen dan laporannya menyebabkan pemegang saham keluar dari perusahaan komunikasi terbesar yang bergantung pada iklan seperti Facebook Inc dan Twitter Inc, yang keduanya ditutup jatuh sekitar 5,0 persen.

Akibatnya, indeks jasa-jasa komunikasi S&P menjadi beban terbesar pada indeks acuan.

Baca Juga: Wall Street Beragam, Nasdaq Berada di Puncak Bursa dan Ditutup Dengan Rekor Tertinggi

“Konsumen ingin membuka dompet dan membeli barang tetapi tidak bisa jika barang tersangkut di kapal peti kemas. Dan pengiklan tidak akan mengiklankan hal-hal yang tidak dapat mereka jual,” kata Sun, mencatat bahwa saham-saham pertumbuhan kekurangan simpati.

“Investor sekarang berpikir tentang imbalan risiko dan valuasi pada saham-saham pertumbuhan menyisakan lebih sedikit ruang untuk kekecewaan.”

Saham Intel anjlok hampir 12 persen, setelah penjualan kuartal ketiga pembuat chip komputer itu meleset dari ekspektasi. Sementara chief executive officer-nya menunjuk pada kekurangan chip yang menahan penjualan prosesor andalannya.

Namun, sektor keuangan terbantu oleh kenaikan kuat di American Express Co, yang melonjak 5,4 persen. Setelah mengalahkan perkiraan laba untuk kuartal keempat berturut-turut.

Analis meningkatkan ekspektasi mereka untuk pertumbuhan laba komponen S&P 500 untuk kuartal ketiga. Memperkirakan peningkatan 34,8 persen tahun-ke-tahun, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 31,9 persen pada awal minggu, menurut data dari Refinitiv.

Baca Juga: Wall Street Beragam, Indeks Dow Jatuh

Tetapi beberapa investor sudah melihat melampaui angka laba yang mengesankan, menurut Brad McMillan, kepala investasi untuk Commonwealth Financial Network, sebuah broker-dealer independen di Waltham, Massachusetts.

“Pertanyaan sebenarnya, seputar apakah kita dapat mendorong lebih tinggi adalah apakah ekonomi akan menjadi lebih baik,” kata Mc Millan.

Data menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada Oktober, karena infeksi COVID-19 mereda. Meskipun kekurangan tenaga kerja dan bahan baku menahan manufaktur.

Di bursa AS sebanyak 11,03 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 10,38 miliar selama 20 detik terakhir.(nd4)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR