Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsEkonomiWali Kota Kediri Akui Ekonomi Melambat Efek Pandemi COVID-19

Wali Kota Kediri Akui Ekonomi Melambat Efek Pandemi COVID-19

NUSADAILY.COM – KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengakui bahwa ekonomi di Kota Kediri, Jawa Timur, melambat sebagai dampak pandemi COVID-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri. Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diproyeksikan sebesar 2,5 persen menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,47 persen,” katanya di Kediri, Rabu (23/12).

BACA JUGA : Pengamat Berharap UU Ciptaker Jadikan Indonesia Pemimpin Ekonomi ASEAN – Nusadaily.com

Ia mengatakan inflasi tahun 2020 diproyeksikan sebesar 2,05 persen meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,83 persen.

Menurut dia, pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap percepatan digitalisasi, ekonomi, dan pendidikan.

“Alhamdulillah di Kota Kediri masih ada inflasi yang artinya masih ada permintaan yang cukup bagus. Inflasi kita alhamdulillah masih lumayan pada tahun 2019 yaitu 1,83,” ujar dia.

Menurut dia, salah satu penopang ekonomi di Kediri adalah UMKM. Mereka yang dulu survive pada krisis moneter tahun 1998, namun saat pandemi COVID-19 seperti ini kondisinya mengalami kesulitan bahkan ada yang mati.

Untuk itu, ia berharap kerja sama semua pemangku kepentingan terkait untuk menginventarisasi UMKM yang terdampak.

BACA JUGA : Tim Ekonomi Jokowi Diwarning Agar Gerak Cepat – Noktahmerah.com

“Untuk itu, mulai sekarang kita mesti menginventarisasi kondisi usaha mikro kecil dan industri kecil menengah. Dengan data tersebut bisa disusun prioritas mana yang ditangani dulu sehingga kerja kita semakin terarah dan fokus,” kata Mas Abu, sapaan akrabnya.

Fokus Terhadap Strategi dan Aksi

Wali Kota Kediri mengadakan rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri yang memfokuskan terhadap strategi dan aksi pengendalian inflasi Kota Kediri di tengah situasi pandemi COVID-19 di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.

BACA JUGA : Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Peningkatan Kinerja Sektor Keuangan dan Investasi – Imperiumdaily.com

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Kediri juga menyampaikan riset Lokadata bahwa Kota Kediri masuk dalam 10 besar “Booming Cities” 2020 di Indonesia.

“Alhamdulillah kita masuk kajian Lokadata tentang 10 kota paling berkembang. Kita patut bersyukur terkait ada lembaga lain yang memotret data tentang Kota Kediri dan ditulis dengan sudut pandang yang berbeda,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Kepala BPS Kota Kediri, Kepala OJK Kediri, Perwakilan Kejaksaan Negeri dan Polresta Kediri, serta Kepala OPD terkait.(lal)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengakui bahwa ekonomi di Kota Kediri, Jawa Timur, melambat sebagai dampak pandemi COVID-19.

"Pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri. Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diproyeksikan sebesar 2,5 persen menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,47 persen," katanya di Kediri, Rabu (23/12).

BACA JUGA : Pengamat Berharap UU Ciptaker Jadikan Indonesia Pemimpin Ekonomi ASEAN - Nusadaily.com

Ia mengatakan inflasi tahun 2020 diproyeksikan sebesar 2,05 persen meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,83 persen.

Menurut dia, pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap percepatan digitalisasi, ekonomi, dan pendidikan.

"Alhamdulillah di Kota Kediri masih ada inflasi yang artinya masih ada permintaan yang cukup bagus. Inflasi kita alhamdulillah masih lumayan pada tahun 2019 yaitu 1,83," ujar dia.

Menurut dia, salah satu penopang ekonomi di Kediri adalah UMKM. Mereka yang dulu survive pada krisis moneter tahun 1998, namun saat pandemi COVID-19 seperti ini kondisinya mengalami kesulitan bahkan ada yang mati.

Untuk itu, ia berharap kerja sama semua pemangku kepentingan terkait untuk menginventarisasi UMKM yang terdampak.

BACA JUGA : Tim Ekonomi Jokowi Diwarning Agar Gerak Cepat - Noktahmerah.com

"Untuk itu, mulai sekarang kita mesti menginventarisasi kondisi usaha mikro kecil dan industri kecil menengah. Dengan data tersebut bisa disusun prioritas mana yang ditangani dulu sehingga kerja kita semakin terarah dan fokus," kata Mas Abu, sapaan akrabnya.

Fokus Terhadap Strategi dan Aksi

Wali Kota Kediri mengadakan rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri yang memfokuskan terhadap strategi dan aksi pengendalian inflasi Kota Kediri di tengah situasi pandemi COVID-19 di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.

BACA JUGA : Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Peningkatan Kinerja Sektor Keuangan dan Investasi - Imperiumdaily.com

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Kediri juga menyampaikan riset Lokadata bahwa Kota Kediri masuk dalam 10 besar "Booming Cities" 2020 di Indonesia.

"Alhamdulillah kita masuk kajian Lokadata tentang 10 kota paling berkembang. Kita patut bersyukur terkait ada lembaga lain yang memotret data tentang Kota Kediri dan ditulis dengan sudut pandang yang berbeda," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Kepala BPS Kota Kediri, Kepala OJK Kediri, Perwakilan Kejaksaan Negeri dan Polresta Kediri, serta Kepala OPD terkait.(lal)