Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaNewsEkonomiTagih Hutang di Medsos Bisa Dipidanakan! Begini Penjelasan Praktisi Hukum

Tagih Hutang di Medsos Bisa Dipidanakan! Begini Penjelasan Praktisi Hukum

NUSADAILY.COM – LUMAJANG – Tak dapat dipungkiri, di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat pandemi seperti ini, semakin banyak orang melakukan praktek hutang piutang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hutang memang wajib dibayarkan. Tak jarang, jika melebihi tenggat kepakatan pembayaran, pihak penagih hutang melakukan ‘teror’ melalui panggilan telepon hingga media sosial (medsos).

Ada oknum penagih yang secara gamblang menuliskan identitas pihak yang berhutang tersebut dan disebarkan di medsos. Tak lain, sebagai gertakan agar hutang tersebut segera dilunasi.

BACA JUGA: Gegara Hutang, Pemuda di Ngawi Bacok Tetangga dengan Parang

Ternyata, perilaku semacam itu bisa diancam hukuman pidana. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Indra Hosi, Praktisi Hukum Lumajang.

Menurut Indra, perilaku penagihan hutang melalui dunia maya merupakan tindakan pencemaran nama baik orang yang ditagih.

“Kalau hutang piutangnya itu masuk instrumen perdata, tapi apabila penagihan dilakukan menggunakan dunia maya itu sama saja dengan mencemarkan nama baik seseorang,” kata Indra saat ditemui di Pondok Asri, Kamis (3/3/2022).

BACA JUGA: Terlilit Hutang, Wanita di Ngawi Nekat Curi Motor

Seharusnya, kata Indra, proses penagihan hutang dilakukan secara mandiri oleh yang bersangkutan atau mengajukan gugatan wanprestasi kepada pengadilan.

“Harusnya tatap muka, kalau lewat media sosial itu bukan penagihan, melainkan suatu bentuk penyebarluasan informasi bahwa si A mempunyai hutang,” lanjutnya.

Bagi yang melakukan penagihan hutang melalui media sosial, bisa dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE yang berbunyi “melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

BACA JUGA: Kisah Anak Mendiang Debitur Bukopin, Nanggung Bunga dan Denda Rp3 M dari Hutang Rp1,3 M

“Tentunya, orang yang melakukan penagihan hutang (melalui media sosial) mempunyai niat untuk mencemarkan nama baik secara tidak langsung,” terang Indra.

Hukuman bagi yang melanggar pasal 27 ayat (3) dari UU ITE tersebut mengacu pada pasal 45 ayat (3) yang berbunyi “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp  750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta
rupiah).

“Dalam pasal 27 ini hukumannya mengacu pada pasal 45 ayat (3) yang ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 750 juta,” pungkasnya.(hud/lna)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Dampak Krisis Energi Juga Berimbas Pada Olahraga

NUSADAILY.COM – WINA – krisis energi dan kenaikan harga listrik yang signifikan awal September di Wina dan Austria Hilir, kenaikan besar-besaran harga di...