Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsEkonomiSri Mulyani: Ekonomi Bali Harus Diversifikasi, Jangan Terpaku Pariwisata

Sri Mulyani: Ekonomi Bali Harus Diversifikasi, Jangan Terpaku Pariwisata

NUSADAILY COM – JAKARTA – Guna mendukung pengembangan UMKM, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyelenggarakan “Gebyar UMKM” yang diikuti oleh para pelaku usaha ultra mikro penerima pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang disalurkan oleh Pusat Investasi Pemerintah melalui penyalur Koperasi Krama Bali, Rabu (15/1/2022) lalu di Ubud Bali.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sambutan pembukaannya mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi yang komplit antar unit Kemenkeu. Bertujuan agar pelaku usaha bisa tumbuh dan dapat mengekspor.

BACA JUGA: Inspeksi Proyek IKN, Sri Mulyani Pastikan Tak Ganggu Penanganan Covid-19 dan PEN

“Selain acara ini, Pemerintah juga memberikan berbagai bentuk bantuan bagi UMKM yang bersumber dari APBN, dalam bentuk bantuan subsidi bunga, Pembiayaan UMi, dan penjaminan pinjaman. Sehingga bank berani memberikan pinjaman bagi umkm di tengah kondisi pandemi. Pemerintah juga memberikan technical asistance, misalnya Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai membantu UMKM melalui unit teknis
untuk menembus pasar ekspor,” jelas Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu berharap agar pandemi Covid-19 ini dapat cepat berlalu. Sehingga, kata Menkeu, pangsa pasar UMKM dapat berkembang kembali, khususnya di Bali yang ekonominya paling terdampak.

Karena menurutnya, peran Bali sebagai pusat pariwisata yang sangat dominan. Oleh sebab itu, pandemi Covid-19 memberi pelajaran agar Bali mulai diversifikasi pasar,
dan jangan hanya tergantung pariwisata, seperti industri atau pertanian .

“Permintaan pasar dunia saat ini untuk produk pertanian organik sangat tinggi. Bali memiliki potensi besar dengan adanya sistem subak, dan potensi lahan untuk pertanian organik, sebagai potensi diversifikasi. Dengan berbagai upaya tersebut, UMKM tidak hanya bisa bertahan pada situasi pandemi namun bahkan bisa bangkit kembali,” ungkapnya.

BACA JUGA: Akademisi: Kesawan City Walk Bentuk Ekosistem Ekonomi Baru di Medan

Di tempat yang sama, Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah menyampaikan jika kegiatan ini merupakan salah satu upaya promosi produk UMKM yang diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata PIP dalam membantu pemulihan ekonomi, khususnya di provinsi Bali.

“Melalui kegiatan ini akan semakin banyak masyarakat yang mengenal produk
UMKM, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan omzet usaha pelaku UMKM,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Riri, dengan mempertemukan para pelaku UMKM dari berbagai segmen akan terbuka peluang baru dalam bentuk rantai pasok antar pelaku UMKM. Dan lebih jauh bisa menembus pasar ekspor.

BACA JUGA: BUMN Jadi Sandaran Pemulihan Ekonomi Nasional

“Pusat Investasi Pemerintah akan terus menyediakan layanan pinjaman yang mudah dan cepat bagi pelaku usaha ultra mikro, tidak hanya di Bali, tetapi juga di seluruh Indonesia,” kata Ririn.

Disebutkan, selain kegiatan promosi produk, PIP juga telah dan akan secara kontinyu memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro. Agar bisa meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha melengkapi perijinan produk, menyusun pembukuan usaha, pemasaran produk secara online dan lain-lain.

“Langkah ini tentunya akan meningkatkan kesempatan pelaku usaha ultra mikro agar bisa “naik kelas”, dalam artian meningkat kesejahteraan keluarga, bahkan bisa membuka kesempatan kerja bagi anggota keluarga atau komunitas sekitarnya,” tuturnya.

BACA JUGA: Pelaku Mode Sulsel Geliatkan Ekonomi UMKM Lewat “Wedding Expo”

Tidak hanya itu, Ririn menyebut hal ini sejalan dengan misi PIP untuk menjadi koordinator pendanaan pembiayaan ultra mikro yang profesional dan kredibel.

Ia menjelaskan, hingga akhir tahun 2021, Pusat Investasi Pemerintah telah menyalurkan Rp18,07 triliun pinjaman ultra mikro (UMi) kepada lebih dari 5,39 juta orang debitur, yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

“Di tahun 2022, Pusat Investasi Pemerintah juga menargetkan penyaluran pembiayaan UMi akan menjangkau 2 juta orang pelaku usaha ultra mikro. Khusus provinsi Bali,” terangnya.

Penyaluran UMi ini, lanjut Ririn, akan dilakukan melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, Koperasi Krama Bali dan Koperasi UGT Nusantara, yang selama ini telah menjangkau 15.899 orang dengan nilai mencapai Rp65,59 Miliar.

“Ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk memajukan dan meningkatkan kualitas dan nilai usaha para pelaku usaha ultra mikro. Kami ingin mendorong mereka agar maju dan naik kelas sehingga bisa memberikan manfaat bagi lingkungan mereka,” tandasnya.

Kegiatan ini selain menghadirkan 12 pelaku UMKM, dalam Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Leaders Offsite Meeting (LOM) Kementerian Keuangan, yang salah satu agenda-nya adalah penyusunan kebijakan strategis dalam rangka mendukung pengembangan UMKM. (sir/lna)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Polsek Air Joman Asahan Gotong Royong Berburu Tikus

NUSADAILY.COM - ASAHAN - Polsek Air Joman Polres Asahan bersama Forkopimcam Kecamatan Air Joman menghadiri kegiatan gotong royong berburu tikus bersama di Desa Bandar,...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY COM - JAKARTA - Guna mendukung pengembangan UMKM, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyelenggarakan “Gebyar UMKM” yang diikuti oleh para pelaku usaha ultra mikro penerima pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang disalurkan oleh Pusat Investasi Pemerintah melalui penyalur Koperasi Krama Bali, Rabu (15/1/2022) lalu di Ubud Bali.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sambutan pembukaannya mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi yang komplit antar unit Kemenkeu. Bertujuan agar pelaku usaha bisa tumbuh dan dapat mengekspor.

BACA JUGA: Inspeksi Proyek IKN, Sri Mulyani Pastikan Tak Ganggu Penanganan Covid-19 dan PEN

"Selain acara ini, Pemerintah juga memberikan berbagai bentuk bantuan bagi UMKM yang bersumber dari APBN, dalam bentuk bantuan subsidi bunga, Pembiayaan UMi, dan penjaminan pinjaman. Sehingga bank berani memberikan pinjaman bagi umkm di tengah kondisi pandemi. Pemerintah juga memberikan technical asistance, misalnya Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai membantu UMKM melalui unit teknis
untuk menembus pasar ekspor,” jelas Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu berharap agar pandemi Covid-19 ini dapat cepat berlalu. Sehingga, kata Menkeu, pangsa pasar UMKM dapat berkembang kembali, khususnya di Bali yang ekonominya paling terdampak.

Karena menurutnya, peran Bali sebagai pusat pariwisata yang sangat dominan. Oleh sebab itu, pandemi Covid-19 memberi pelajaran agar Bali mulai diversifikasi pasar,
dan jangan hanya tergantung pariwisata, seperti industri atau pertanian .

"Permintaan pasar dunia saat ini untuk produk pertanian organik sangat tinggi. Bali memiliki potensi besar dengan adanya sistem subak, dan potensi lahan untuk pertanian organik, sebagai potensi diversifikasi. Dengan berbagai upaya tersebut, UMKM tidak hanya bisa bertahan pada situasi pandemi namun bahkan bisa bangkit kembali," ungkapnya.

BACA JUGA: Akademisi: Kesawan City Walk Bentuk Ekosistem Ekonomi Baru di Medan

Di tempat yang sama, Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah menyampaikan jika kegiatan ini merupakan salah satu upaya promosi produk UMKM yang diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata PIP dalam membantu pemulihan ekonomi, khususnya di provinsi Bali.

"Melalui kegiatan ini akan semakin banyak masyarakat yang mengenal produk
UMKM, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan omzet usaha pelaku UMKM," ucapnya.

Selain itu, lanjut Riri, dengan mempertemukan para pelaku UMKM dari berbagai segmen akan terbuka peluang baru dalam bentuk rantai pasok antar pelaku UMKM. Dan lebih jauh bisa menembus pasar ekspor.

BACA JUGA: BUMN Jadi Sandaran Pemulihan Ekonomi Nasional

"Pusat Investasi Pemerintah akan terus menyediakan layanan pinjaman yang mudah dan cepat bagi pelaku usaha ultra mikro, tidak hanya di Bali, tetapi juga di seluruh Indonesia," kata Ririn.

Disebutkan, selain kegiatan promosi produk, PIP juga telah dan akan secara kontinyu memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro. Agar bisa meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha melengkapi perijinan produk, menyusun pembukuan usaha, pemasaran produk secara online dan lain-lain.

"Langkah ini tentunya akan meningkatkan kesempatan pelaku usaha ultra mikro agar bisa “naik kelas”, dalam artian meningkat kesejahteraan keluarga, bahkan bisa membuka kesempatan kerja bagi anggota keluarga atau komunitas sekitarnya," tuturnya.

BACA JUGA: Pelaku Mode Sulsel Geliatkan Ekonomi UMKM Lewat “Wedding Expo”

Tidak hanya itu, Ririn menyebut hal ini sejalan dengan misi PIP untuk menjadi koordinator pendanaan pembiayaan ultra mikro yang profesional dan kredibel.

Ia menjelaskan, hingga akhir tahun 2021, Pusat Investasi Pemerintah telah menyalurkan Rp18,07 triliun pinjaman ultra mikro (UMi) kepada lebih dari 5,39 juta orang debitur, yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

"Di tahun 2022, Pusat Investasi Pemerintah juga menargetkan penyaluran pembiayaan UMi akan menjangkau 2 juta orang pelaku usaha ultra mikro. Khusus provinsi Bali," terangnya.

Penyaluran UMi ini, lanjut Ririn, akan dilakukan melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, Koperasi Krama Bali dan Koperasi UGT Nusantara, yang selama ini telah menjangkau 15.899 orang dengan nilai mencapai Rp65,59 Miliar.

"Ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk memajukan dan meningkatkan kualitas dan nilai usaha para pelaku usaha ultra mikro. Kami ingin mendorong mereka agar maju dan naik kelas sehingga bisa memberikan manfaat bagi lingkungan mereka," tandasnya.

Kegiatan ini selain menghadirkan 12 pelaku UMKM, dalam Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Leaders Offsite Meeting (LOM) Kementerian Keuangan, yang salah satu agenda-nya adalah penyusunan kebijakan strategis dalam rangka mendukung pengembangan UMKM. (sir/lna)