Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsEkonomiLPS-PWI Malang Raya Kolaborasi Edukasi Penjamin Simpanan

LPS-PWI Malang Raya Kolaborasi Edukasi Penjamin Simpanan

NUSADAILY.COM – MALANG – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya berkolaborasi untuk meningkatkan pemahaman publik akan penjaminan simpanan pada pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Jumat, 03 Desember 2021.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Di awal pemaparan, Sekretaris Lembaga LPS, Dimas Yuliharto mengatakan jika lahirnya LPS berawal krisis yang terjadi pada tahun 1998. Pada saat itu, masyarakat berbondong-bondong untuk mengambil uang mereka yang ada di bank karena takut uang mereka akan hilang.

“Tahun 1998, masyarakat berbondong-bondong mengambil uangnya yang ada di bank karena takut uangnya hilang, sebab pada saat itu, ada penutupan beberapa bank oleh pemerintah,” ujarnya.

Pemahaman masyarakat akan LPS nantinya dapat dijadikan dasar untuk menghilangkan ketakutan dan menguatkan kepercayaan kepada bank untuk tetap menyimpan dan menginvestasikan uangnya di bank.

BACA JUGA: Cegah Korupsi, Wagub Emil Minta Pengusaha Berani Buka Suara

“LPS adalah suatu lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia. Badan ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada 22 September 2004,” lanjutnya.

Terkait dengan pentingnya pemahaman akan penjaminan simpanan, LPS terus berusaha mengedukasi masyarakat agar dapat memahami hal itu.

Menurutnya, upaya edukasi dari sejumlah pihak sudah dilakukan untuk mendorong literasi, meski hal tersebut belum optimal menekan kerugian maupun mengurangi stigma negatif di dunia investasi. Ini sebabkan masih ada pemodal yang salah berinvestasi.

Berdasarkan Indeks Inklusi Keuangan dan Indeks Literasi Keuangan Indonesia, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 76,19 persen pada 2019, sedangkan tingkat literasi di tahun yang sama baru mencapai 38,03 persen.

“Artinya peningkatan akses terhadap produk keuangan cenderung dari masyarakat belum diikuti sepenuhnya oleh pemahaman terhadap risiko-risikonya,” tuturnya.

Selain itu, untuk mengontrol laporan keuangan, LPS mengimbau agar nasabah selalu menabung di bank yang telah terintegrasi dengan LPS. Tak lupa membawa buku tabungan agar dapat tercatat dengan baik.

“Nabung ke bank, datang ke bank dan bawa buku. Karena sebagian besar (nasabah menabung) lewat marketing. Sehingga cacatan keuangan tidak masuk ke sistem bank,” jelasnya. (kal)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed