Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsEkonomiKFC Lakukan Penyesuaian Gaji Karyawan

KFC Lakukan Penyesuaian Gaji Karyawan

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemegang lisensi restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk melakukan penyesuaian gaji karyawan dengan penurunkan dan menunda pembayaran di tengah pandemi COVID-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Untuk para pekerja perseroan yang bekerja, maka disepakati untuk melaksanakan penyesuaian beban upah selama periode wabah COVID-19. Penyesuaian beban upah tersebut dilakukan dengan mekanisme penurunan dan penundaan beban upah yang bervariasi dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas,” ujar Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan pihaknya juga melakukan penyesuaian THR dengan mekanisme penurunan dan penundaan pemberian THR yang juga bervariasi. Dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas.

Ia mengatakan pihaknya bakal mengupayakan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja kepada para pekerjanya.

Dalam keterbukaan itu, Justinus juga menyampaikan bahwa perusahaan juga menerapkan kebijakan penjadwalan kerja dan merumahkan sebagian pekerjanya dengan ketentuan. Pekerja yang masuk bekerja di store level tidak dikenakan pemotongan gaji namun dikenakan penundaan sebagian kecil pembayaran upah.

Sementara, untuk pekerja store level dirumahkan akan menerima pemotongan gaji dan penundaan sebagian kecil pembayaran gaji.

Justinus mengatakan bahwa kebijakan perusahaan itu telah disepakati dalam suatu Perjanjian Bersama antara perseroan dengan serikat pekerja PT Fast Food Indonesia Tbk sehubungan dampak COVID-19 terhadap perusahaan.

Pandemi COVID-19 ini, telah berdampak pada penutupan 97 gerai karena mal atau plaza harus tutup. Hal itu juga dialami oleh tenan atau penyewa lainnya.

“Hal ini terjadi di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta,” katanya.

Selebihnya, lanjut dia, gerai lainnya tetap beroperasi, namun hanya melayani pelanggan dengan pesanan take-away, layanan pengantaran online, home delivery, dan drive-thru. (ark)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Tarif 4 Jalan Tol Ini Bakal Naik, Ada Tangerang-Merak hingga Pandaan-Malang

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sebanyak empat jalan tol kelolaan PT Astra Infrastruktur bakal naik tarifnya dalam waktu dekat. Sebanyak empat ruas jalan tol tersebut...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pemegang lisensi restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk melakukan penyesuaian gaji karyawan dengan penurunkan dan menunda pembayaran di tengah pandemi COVID-19.

"Untuk para pekerja perseroan yang bekerja, maka disepakati untuk melaksanakan penyesuaian beban upah selama periode wabah COVID-19. Penyesuaian beban upah tersebut dilakukan dengan mekanisme penurunan dan penundaan beban upah yang bervariasi dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas," ujar Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan pihaknya juga melakukan penyesuaian THR dengan mekanisme penurunan dan penundaan pemberian THR yang juga bervariasi. Dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas.

Ia mengatakan pihaknya bakal mengupayakan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja kepada para pekerjanya.

Dalam keterbukaan itu, Justinus juga menyampaikan bahwa perusahaan juga menerapkan kebijakan penjadwalan kerja dan merumahkan sebagian pekerjanya dengan ketentuan. Pekerja yang masuk bekerja di store level tidak dikenakan pemotongan gaji namun dikenakan penundaan sebagian kecil pembayaran upah.

Sementara, untuk pekerja store level dirumahkan akan menerima pemotongan gaji dan penundaan sebagian kecil pembayaran gaji.

Justinus mengatakan bahwa kebijakan perusahaan itu telah disepakati dalam suatu Perjanjian Bersama antara perseroan dengan serikat pekerja PT Fast Food Indonesia Tbk sehubungan dampak COVID-19 terhadap perusahaan.

Pandemi COVID-19 ini, telah berdampak pada penutupan 97 gerai karena mal atau plaza harus tutup. Hal itu juga dialami oleh tenan atau penyewa lainnya.

"Hal ini terjadi di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta," katanya.

Selebihnya, lanjut dia, gerai lainnya tetap beroperasi, namun hanya melayani pelanggan dengan pesanan take-away, layanan pengantaran online, home delivery, dan drive-thru. (ark)