Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaNewsEkonomiIndia Tersinggung Malaysia, Harga CPO Terus Naik Untungkan Indonesia

India Tersinggung Malaysia, Harga CPO Terus Naik Untungkan Indonesia

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil-CPO) pada akhir Oktober 2019 ini melonjak hingga 2.300-2.450 Ringgit Malaysia (RM) per ton. Angka ini merupakan perbaikan harga setelah sempat ambles di posisi 1.937 RM per ton pada 10 Juli 2019 lalu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Adanya perbaikan harga ini boleh jadi akibat India mengurangi impor minyak sawit dari Malaysia.

Dilansir dari Reuters, India saat ini sedang mempertimbangkan untuk membatasi impor beberapa produk dari Malaysia, termasuk minyak kelapa sawit. Pembatasan ini sebagai reaksi terhadap Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang mengkritik New Delhi atas tindakannya di Kashmir.

Mahathir secara tidak langsung mengkritik New Delhi saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, 27 September 2019. Mahathir mengatakan, India dan Pakistan harus bekerja sama menyelesaikan konflik di Jammu dan Kashmir.

“Pedagang bingung dua sisi. Mereka tidak tahu bagaimana merencanakan pengiriman (minyak sawit) mereka,” kata Sandeep Bajoria, Kepala Eksekutif Sunvin Group, importir minyak nabati yang berbasis di Mumbai.
Adanya kebijakan pengurangan impor minyak sawit dari Malaysia ini dipandang menguntungkan Indonesia. Sebab pembeli di India mulai mengalihkan pilihannya ke Indonesia. Itu sebagai tindakan pengamananan pasokan, “Pembeli lebih memilih pengiriman Indonesia untuk menghindari kemungkinan dampak tugas yang lebih tinggi,” ujar Sandeep Bajoria.
Adapun untuk Oktober, sebagian besar kontrak impor telah ditandatangani. Untuk impor mulai November 2019, kontrak baru tidak ditandatangani dengan penjual Malaysia.

Meski dipandang bisa menguntungkan Indonesia, harga kontrak baru minyak sawit di Oktober ini (untuk pengiriman mulai November) masih kalah dengan harga jual CPO pada Februari 2019 lalu yang bisa menembus 2.460 RM per metric ton untuk pasar Eropa.

Bila melihat data dari ISTA Mielke GmbH, Oil World; US Department of Agriculture; World Bank (linknya: WORLDBANK.ORG), kenaikan ini juga hanya jadi “penghibur” dari tren penurunan harga CPO sepanjang lima tahun terakhir.

Sepanjang September 2014 hingga Oktober 2019 ini, capaian harga terbaik terjadi pada Januari 2017 yang menembus 3.680 RM per metric ton. Setelah pada puncak tertinggi ini, harga CPO terus turun.
Sementara, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memproyeksi produksi minyak sawit Indonesia 2019 ini akan mencapai 50 juta ton. Dengan begitu, produksi tahun ini tumbuh 5,4% dari produksi 2018 sebesar 47,43 juta ton.
Sampai Agustus 2019, produksi minyak sawit Indonesia mencapai 13,9% atau tumbuh dari 30,66 juta ton di tahun 2018 menjadi 34,94 juta ton. Produksi hingga Agustus sudah mencapai 68,9% dari proyeksi 2019.
“(Peningkatan produksi) karena tanaman yang menghasilkan, produktivitasnya semakin meningkat,” tutur Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono kepada Kontan.co.id, Jumat (18/10/2019). (reuters/kontan/yos)

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

Fiat Justitia et Pereat Mundus

Oleh Yahya Yeshua Ahmad KORUPSI merupakan satu kata dengan berbagai makna. Secara umum korupsi (kecurangan) merupakan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang...