Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsEkonomiEmas Terdongkrak 5,4 Dolar Karena Imbal Hasil AS dan "Greenback" Jatuh

Emas Terdongkrak 5,4 Dolar Karena Imbal Hasil AS dan “Greenback” Jatuh

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – CHICAGO – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan dolar yang lebih lemah. Namun selera risiko yang kuat di pasar ekuitas menahan kenaikan emas lebih lanjut.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,4 dolar AS atau 0,3 persen. Menjadi ditutup pada 1.798,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (26/10/2021), emas berjangka merosot 13,4 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1,793,40 dolar AS.

Emas berjangka bertambah 10,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.806,80 dolar AS pada Senin (25/10/2021). Setelah melonjak 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.796,30 dolar AS pada Jumat (22/10/2021), dan melemah 3 dolar AS atau 0,17 persen menjadi 1,781,90 dolar AS pada Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Emas Tergelincir, Terseret Menguatnya Dolar dan Sentimen Risiko Membaik

“Kami berada dalam periode konsolidasi untuk emas. Tapi saya pikir pada akhirnya pengetatan kebijakan dan kekhawatiran inflasi akan positif untuk logam emas,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Laporan keuangan perusahaan-perusahaan cukup mengesankan, dan itu mengejutkan banyak orang. Saham teknologi AS adalah tempat favorit bagi banyak investor, yang mengurangi permintaan akan tempat berlindung yang aman saat ini.”

Selera terhadap aset-aset berisiko tetap kuat. Setelah laporan keuangan kuartalan yang kuat dari pemilik Google, Alphabet Inc dan Microsoft Corp mengangkat Nasdaq.

Membantu emas, indeks dolar turun 0,2 persen terhadap para pesaingnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan tergelincir di bawah 1,6 persen, ke level terendah hampir dua minggu. Mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Emas Kembali Menguat, Disebabkan Penurunan Dolar Dan Imbal Hasil Obligasi AS

Investor sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis dan pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS pada 3 November. Untuk petunjuk lebih lanjut tentang jadwal waktu pengurangan pembelian aset.

Perkiraan ECB akan mempertahankan kebijakannya tidak berubah dan membiarkan keputusan tentang program pembelian obligasi darurat pandemi hingga Desember.

Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi. Mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas.

Baca Juga: WGC: Permintaan Emas Global Kuartal III Jatuh ke Terendah Sejak 2020

Meningkatnya permintaan emas fisik China juga mendukung emas. Menurut MarketWatch, sebuah situs web yang menyediakan informasi keuangan, berita bisnis, analisis, dan data pasar saham.

Emas mendapat dukungan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (27/10/2021). Bahwa pesanan barang tahan lama AS turun 0,4 persen menjadi 261,3 miliar dolar AS, yang disesuaikan secara musiman. Pada September dibandingkan dengan Agustus.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 10,3 sen atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 24,191 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 13,6 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi ditutup pada 1.019,3 dolar AS per ounce.(nd4)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR