Rabu, Desember 8, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsEkonomiEmas Naik di Asia Karena Dolar Melemah, Fed "hawkish" Batasi Kenaikan

Emas Naik di Asia Karena Dolar Melemah, Fed “hawkish” Batasi Kenaikan

NUSADAILY.COM – Bengaluru – Harga emas naik tipis di perdagangan Asia pada Kamis pagi, karena dolar sedikit melemah. Tetapi komentar dari pembuat kebijakan Federal Reserve AS yang menyatakan bank sentral dapat mempercepat pengurangan stimulus membebani logam dan mempertahankannya jauh di bawah level psikologis 1.800 dolar AS.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Di pasar spot, emas menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.792,05 dolar AS per ounce pada pukul 01.37 GMT. Setelah tergelincir ke level terendah sejak 4 November pada Rabu (24/11/2021). Emas berjangka AS jua naik 0,4 persen menjadi diperdagangkan pada 1.791,70 dolar AS per ounce.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya turun 0,1 persen dari level tertinggi dalam 16 bulan yang dicapai pada Rabu (24/11/2021), mengurangi harga logam kuning untuk pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Semakin banyak pembuat kebijakan Fed mengindikasikan mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi tinggi bertahan dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga, risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS menunjukkan.

Kenaikan suku bunga akan mengurangi daya tarik emas. Karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang logam mulia tersebut tanpa bunga.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak 1969 pekan lalu. Hal itu menunjukkan aktivitas ekonomi sedang meningkat.

Sebuah laporan terpisah dari Departemen Perdagangan AS pada Rabu (24/11/2021) menunjukkan produk domestik bruto naik pada tingkat 2,1 persen di kuartal ketiga.

BACA JUGA: Emas Naik Tipis di Sesi Asia, Pencalonan Kembali Powell Angkat Dolar

Tekanan harga memanas pada Oktober, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS. Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah menguap, meningkat 0,4 persen.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) harus menjaga biaya pinjaman saat pandemi virus corona terus berlanjut dan tidak ada tanda-tanda bahwa inflasi semakin tidak terkendali, kata anggota dewan ECB Fabio Panetta pada Rabu (24/11/2021).

Di pasar spot, perak naik 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 23,64 dolar AS per ounce. Platinum naik 1,2 persen menjadi diperdagangkan di 986,27 dolar AS. Sedangkan paladium naik 0,7 persen menjadi diperdagangkan pada 1,864,29 dolar AS. (nd5)

BACA JUGA: WGC: Permintaan Emas Global Kuartal III Jatuh ke Terendah Sejak 2020

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily