Senin, September 20, 2021
BerandaNewsEkonomiEkonomi Syariah Tumbuh Positif Satu Dekade Terakhir

Ekonomi Syariah Tumbuh Positif Satu Dekade Terakhir

NUSADAILY.COM – MALANG – Pulau Jawa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ekonomi syariah di Indonesia. Selama satu dekade terakhir, tren terus mengalami peningkatan. Dengan jumlah pesantren mencapai 75,51 persen dari total nasional, Jawa menjadi poros pemberdayaan ekonomi pesantren nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengungkapkan, angka penyaluran kredit syariah terhadap total kredit dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

BACA JUGA: Khofifah Yakin FESyar 2020 Picu Bangkitnya Ekonomi Syariah di Era Pandemi

“Pada 2019 mencapai 6,1 persen, sedangkan penyaluran kredit syariah Jawa mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 60 persen,” terang dia.

Menurut dia, Jawa berperan dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, dimana ekonomi syariah terus berkembang dengan tren yang terus meningkat dalam 1 dekade. Sebab, setiap tahun, Bank Indonesia menggecarkan Fertival Syariah (Fesyar).

Tahun ini, Gelaran Fesyar Regional Jawa terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum merupakan rangkaian kegiatan seminar, talk show dan workshop serta business coaching. Sedangkan, Sharia Fair menghadirkan virtual expo, fashion show, coaching clinic dan business matching.

“Memasuki tahun ketujuh ini, Fesyar digelar berbeda, yakni secara virtual. Kegiatan ini juga mengedepankan engagement antara Bank Indonesia dengan pelaku usaha, UMKM serta masyarakat luas lainnya,” papar dia.

Selain itu, pengembangan UMKM dan pendalaman ekonomi syariah tidak hanya berhenti pada momen Fesyar saja. Namun, Bank Indonesia berkomitmen untuk menindaklanjuti dan melakukan pendampingan sampai UMKM on boarding. Serta, mendukung UMKM go global dan go digital.

“Mulai dari branding, persiapan on boarding di marketplace, dukungan standarisasi produk makanan minuman yang layak edar, standarisasi halal, hingga cara bagaimana meraih pasar global,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subhan menambahkan, pihaknya juga turut mendukung penyelenggaraan Fesyar Indonesia dengan melaksanakan serangkaian kegiatan Road to FESyar Indonesia 2020 yang dilaksanakan sejak tanggal 17 September sampai 1 Oktober 2020.

“Ada serangkaiam kegiatan yang dilakukan. Mulai dari pelatihan juru sembelih halal (Juleha) hingga webinar,” kata dia.

Fesyar 2020 sebagai salah satu rangkaian kegiatan menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF), sebuah event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia, dengan tema “Akselerasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional”.

Kegiatan akan berlangsung pada tanggal 5-10 Oktober 2020 dan dilakukan secara virtual, yang akan menampilkan dan mempromosikan berbagai produk serta kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstruktur di seluruh regional Jawa.(nda/lna)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...