Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsEkonomiCara Aman Pakai Aplikasi Pembayaran Digital

Cara Aman Pakai Aplikasi Pembayaran Digital

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Penelitian terbaru dari perusahaan keamanan siber Kaspersky menunjukkan penggunaan pembayaran digital di Asia Pasifik tumbuh pesat selama pandemi virus corona.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Riset “Mapping a Secure Path for The Future of Digital Payments in APAC”, dikutip dari siaran pers, Sabtu, menunjukkan sebagian besar responden, 90 persen, menggunakan aplikasi pembayaran digital setidaknya sekali dalam setahun terakhir.

BACA JUGA: Pasar Tradisional di Surabaya Mulai Terapkan Pembayaran Digital

Hampir dua dari 10 orang, 15 persen, baru menggunakan pembayaran digital ketika pandemi.

Temuan Kaspersky, persentase pengguna uang elektronik baru di Indonesia mencapai 13 persen, setara dengan Thailand. Filipina menjadi yang tertinggi untuk pengguna baru uang elektronik, yaitu 37 persen.

BACA JUGA: Luhut Vs Haris Azhar-Fatia Ibarat Metromini Senggol Ojek

Riset tersebut menunjukkan uang tunai masih menjadi primadona untuk transaksi di Asia Pasifik, namun, pertumbuhan penggunaan pembayaran digital juga menggembirakan.

Para responden menilai pembayaran digital membantu mereka menjaga jarak fisik (45 persen) dan ini adalah satu-satunya cara bertransaksi ketika sedang karantina wilayah (36 persen).

BACA JUGA: Kasus Luhut Versus Haris Azhar-Fatia Masuki Babak Baru

Tapi, masih ada pengguna yang takut kehilangan uang (48 persen) dan takut menyimpan data keuangan secara online (41 persen).

Sementara itu, responden lain menyebutkan pembayaran digital ini terlalu merepotkan (26 persen) atau perangkat pribadi mereka tidak terlalu aman (25 persen).

Kaspersky membagikan kiat agar transaksi dengan pembayaran digital tetap aman.

BACA JUGA: PPKM Level 4, 3 dan 2 Jawa-Bali Diperpanjang hingga 16 Agustus, Luhut: Sudah Komunikasi

1. Perangkat dan internet sendiri

Saat menggunakan pembayaran online, pakai perangkat dan sambungan internet sendiri, WiFi publik memiliki kemungkinan disusupi penjahat siber.

2. Jaga kerahasiaan PIN

Simpan nomor PIN, kata sandi dan kode one-time password (OTP) untuk diri sendiri, jangan pernah membagikannya meski pun ke keluarga dekat. Membagikan kode atau kata sandi ke orang lain sering menjadi jalan masuk peretas untuk mencuri informasi sampai urusan perbankan.

3. Waspada informasi palsu

Pengguna juga harus waspada terhadap komunikasi palsu di dunia digital. Jangan pernah membagikan informasi pribadi di dunia maya, terutama jika berkaitan dengan keuangan dan pembayaran.(mic)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily