Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaNewsEkonomiBI Sebut Rupiah Masih Berpotensi Menguat Hingga Akhir Tahun

BI Sebut Rupiah Masih Berpotensi Menguat Hingga Akhir Tahun

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melihat, nilai tukar rupiah masih berpotensi melakukan penguatan hingga akhir tahun ini.

BACA JUGA: Target BI Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp 15.000 Akhir 2020

Menurutnya, nilai tukar rupiah secara fundamental saat ini masih undervalue.

“Kami melihat nilai tukar rupiah masih berpotensi untuk menguat, karena level sekarang secara fundamental masih undervalue,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis 12 November 2020.

BI ramal kurs rupiah di bawah Rp15.000

Potensi penguatan tersebut didorong dengan melihat inflasi yang rendah, transaksi berjalan yang defisitnya rendah, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi dan premi risiko Indonesia yang menurun.

Dengan berbagai kebijakan stabilisasi yang dilakukan BI, nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat.

Perry melanjutkan selama pandemi, rupiah memang pernah mencapai puncak terendah pada 23 Maret di level Rp16.575 per US$.

Namun, sejak titik terendah tersebut, rupiah menguat signifikan 17,8 persen. Sehingga secara year-to-date (ytd), rupiah hanya melemah 1,2 persen.

BACA JUGA; Bank Indonesia Intervensi Pasar Spot dan DNDF agar Rupiah Menguat

Penguatan rupiah terjadi di November, didorong sentimen selesainya pemilu di Amerika Serikat. Adapun pada Kamis 12 November 2020, kurs referensi JISDOR mencatat rupiah diperdagangkan pada level Rp14.187 per US$.

“BI akan terus memperkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah, untuk mendukung ekonomi Indonesia,” tutur dia. (Via)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Perubahan Gaya Hidup saat Pandemi Pengaruhi Risiko Osteoporosis

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Perubahan gaya hidup saat pandemi COVID-19 turut mempengaruhi risiko osteoporosis. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr....