Buron 17 Tahun Pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa “Tertangkap”

  • Whatsapp
pauline lumowa
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) bersama buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa (kiri depan) di dalam pesawat dalam perjalanan dari Serbia menuju Indonesia, Rabu (8/7/2020) (ANTARA/ Ho-Kementerian Hukum dan HAM)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Buron 17 tahun pembobol Bank BNI Rp1,2 triliun, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi oleh Pemerintah Serbia.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyelesaikan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa dari Pemerintah Serbia.

Baca Juga

“Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan. Atas nama Maria Pauline Lumowa dari Pemerintah Serbia,”. Demikian kata Yasonna dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu 8 Juli malam.

Yasonna mengatakan keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi tersebut tidak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara.

Selain itu, kata dia, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang.

Yasonna menyebut pemulangan ini sempat mendapat ‘gangguan’. Namun Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

“Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi. Namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia, dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan,” ujar Yasonna.

“Sempat ada upaya hukum dari Maria Paulina Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi. Juga ada upaya dari salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi terwujud,” sambung dia.

Dalam kesempatan itu, Yasonna juga memberikan apresiasi kepada Duta Besar Indonesia untuk Serbia, M. Chandra W. Yudha. Ia dinilai telah bekerja keras untuk mengatur dan memuluskan proses ekstradisi.

Menteri berusia 67 tahun itu juga menyebut keberhasilan ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa tidak lepas dari asas resiprositas (timbal balik).

Sebelumnya, Indonesia sempat mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.

Kasus Maria Pauline Lumowa

Untuk Diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru. Modusnya lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Post Terkait

banner 468x60