BOR ICU di Rumah Sakit Rujukan Penuh, Jumlah Nakes Terbatas

  • Whatsapp
Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Dinkes Kota Batu menyebutkan jika keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ICU di rumah sakit rujukan Covid-19 dinyatakan penuh. Keterisiannya sudah mencapai 100 persen dari ketersedian 12 tempat tidur.

Baca Juga

Beberapa waktu sebelumnya, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengungkapkan jika BOR ICU sudah 80 persen dan BOR isolasi mandiri mencapai 70 persen. Dirinya tak berharap jika harus dilakukan penambahan fasilitas layanan kesehatan. Karena solusi yang tepat yakni penanganan di hulu yakni memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Sehingga masyarakat harus betul-betul menjalankan prokes ketat agar tidak menambah kasus baru,” kata Dewanti.

Dari perkembangan terbaru, keterisian tempat tidur isolasi mandiri di rumah sakit rujukan mencapai 89,47 persen dari ketersediaan 95 TT. Pemkot Batu berkordinasi dengan rumah sakit rujukan yakni RS Karsa Husada untuk meminta penambahan kapasitas TT ICU khusus Covid-19. Ditanya apakah Kota Batu akan mendirikan rumah sakit lapangan ? Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemprov Jatim terkait hal itu. “Tetapi belum bisa dilaksanakan karena harus ada kajian terlebih dahulu tetapi mudah-mudahan tidak diperlukan,” katanya.

Setiap Hari Keluar Masuk Pasien

Dokter spesialis penyakit dalam RS Karsa Husada, dr Ferdinandus Stevanus Kakiay SpPD mengatakan BOR TT ICU di rumah sakit dia bekerja hampir setiap hari penuh dengan keluar dan masuknya pasien yang dirawat. Baik dari pasien rujukan asal rumah sakit di Kota Batu atau lainnya di Malang Raya. Dia berharap tidak ada penambahan TT lagi baik di ICU dan TT Isolasi karena jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terbatas. “Jangan sampai nakes kami kewalahan,” katanya.

Kemudian jumlah dokter yang menangani Covid-19 ada sekitar 17 dokter dari berbagai bidang seperti anastesi, penyakit dalam, jantung, paru dan spesialis anak yang terus bekerja secara bergantian. Lalu untuk ketersediaan TT ICU sebelumnya sudah ada penambahan, dari yang sebelumnya 8 TT menjadi 12 TT. Sedangkan jumlah ketersediaaan TT Isolasi saat ini ada 47 TT. “Semoga adanya PPKM Darurat bisa benar-benar menekan angka penyebaran Covid-19,” katanya.(wok/aka)