Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsBI NTT Catat Penarikan Uang Tidak Layak Edar Capai Rp851 Miliar

BI NTT Catat Penarikan Uang Tidak Layak Edar Capai Rp851 Miliar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – KUPANG – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat penarikan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang tersebar di masyarakat NTT mencapai Rp851 miliar atau tumbuh sebesar 53 persen secara year on year (yoy).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Bertumbuhnya kinerja penarikan UTLE salah satunya didorong oleh peningkatan penyerapan UTLE Kas Titipan BI,” kata Kepala Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.

BACA JUGA : HK Ruas Terpeka Bagikan 100 Uang Elektronik kepada Pengguna Jalan Tol

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan realisasi penarikan ULTE yang beredar di masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Secara triwulanan,  penyerapan ULTE mencapai Rp851 miliar ini tercatat meningkat dibandingkan dengan triwulan I 2021 sebesar Rp720 miliar atau tumbuh 18 persen (yoy).

BACA JUGA : Kominfo Upayakan Ruang Digital Aman untuk Anak

Ariawan menjelaskan sebagai upaya menjaga ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) di seluruh daerah NTT. BI meningkatkan efektifitas layanan Kas Titipan BI melalui sembilan kas titipan.

Masing-masing kas titipan tersebut tersebar di Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai, Alor, Lembata, Sumba Timur, Sumba Barat, Belu, dan Manggarai Barat.

BACA JUGA : Pelabuhan Poto Tano-Kayangan Resmi Gunakan Pembayaran Elektronik

“Kas Titipan BI turut mendukung dan melaksanakan program edukasi clean money policy kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, BI juga menjalankan edukasi langsung ke masyarakat dengan tagline “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”.

Ariawan berharap dengan upaya seperti ini dapat membangun kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga uang rupiah. Agar tetap bertahan lama untuk kebutuhan transaksi keuangan.(lal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR