Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsBanjir adalah Bencana Alam Terbanyak Tahun 2020

Banjir adalah Bencana Alam Terbanyak Tahun 2020

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Banjir adalah bencana terbanyak di tahun 2020. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Bahwa banjir merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi selama periode 1 Januari hingga 27 Desember 2020 yakni 1.064 kejadian.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Tercatat 36 Kali Kejadian Bencana di Solok Selama 2020 – Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Tanggulangi Bencana Banten, PMI Terjunkan Kendaraan Amfibi Hagglunds – Noktahmerah.com

BACA JUGA: Kaleidoskop Liga Indonesia 2020: Corona dan Dagelan Sepakbola – Nusadaily.com

Data BNPB yang diterima di Jakarta, Minggu (27/12/2020). Secara kumulatif terdapat 2.921 kejadian bencana alam yang tersebar di sejumlah provinsi di Tanah Air. Banjir adalah bencana terbanyak.

Rinciannya ada 16 gempa bumi, tujuh erupsi gunung api, 326 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan 29 kejadian. 570 peristiwa tanah longsor, 872 puting beliung, gelombang pasang atau abrasi 32 kejadian dan satu bencana nonalam yakni pandemi COVID-19.

Akibat kejadian bencana alam tersebut, sebanyak 6.423.072 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air.

Tidak hanya itu, BNPB juga melaporkan sebanyak 370 orang meninggal dunia, hilang 39 orang serta luka-luka 356 jiwa.

Kerugian Bencana Alam Terbesar

Bencana yang terjadi sepanjang 2020 juga membawa kerugian materi dengan total rumah rusak atau terdata sebanyak 42.430 unit. Dengan rincian rusak berat 10.109, rusak sedang 6.161 unit rumah, dan rusak ringan 26.160 unit.

BNPB juga melaporkan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan dengan total 1.543 unit. Dengan rincian 672 fasilitas pendidikan, 728 unit rumah ibadah dan 143 fasilitas kesehatan.

Selanjutnya, juga dilaporkan sebanyak 134 gedung perkantoran rusak serta 441 unit jembatan rusak yang tersebar di sejumlah provinsi.

Terkait dampak bencana nonalam yakni pandemi COVID-19 yang ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional pada 13 April 2020. Hingga kini BNPB melaporkan 713.365 jiwa terkonfirmasi COVID-19.

Selanjutnya, 21.237 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 583.676 jiwa berhasil sembuh atau pulih.

Terakhir, jika melihat sebaran peta kejadian bencana alam, Pulau Sumatera mendominasi dari pulau lainnya yang diikuti Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan serta beberapa kejadian di Papua.(cak)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Banjir adalah bencana terbanyak di tahun 2020. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Bahwa banjir merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi selama periode 1 Januari hingga 27 Desember 2020 yakni 1.064 kejadian.

BACA JUGA: Tercatat 36 Kali Kejadian Bencana di Solok Selama 2020 - Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Tanggulangi Bencana Banten, PMI Terjunkan Kendaraan Amfibi Hagglunds - Noktahmerah.com

BACA JUGA: Kaleidoskop Liga Indonesia 2020: Corona dan Dagelan Sepakbola - Nusadaily.com

Data BNPB yang diterima di Jakarta, Minggu (27/12/2020). Secara kumulatif terdapat 2.921 kejadian bencana alam yang tersebar di sejumlah provinsi di Tanah Air. Banjir adalah bencana terbanyak.

Rinciannya ada 16 gempa bumi, tujuh erupsi gunung api, 326 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan 29 kejadian. 570 peristiwa tanah longsor, 872 puting beliung, gelombang pasang atau abrasi 32 kejadian dan satu bencana nonalam yakni pandemi COVID-19.

Akibat kejadian bencana alam tersebut, sebanyak 6.423.072 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air.

Tidak hanya itu, BNPB juga melaporkan sebanyak 370 orang meninggal dunia, hilang 39 orang serta luka-luka 356 jiwa.

Kerugian Bencana Alam Terbesar

Bencana yang terjadi sepanjang 2020 juga membawa kerugian materi dengan total rumah rusak atau terdata sebanyak 42.430 unit. Dengan rincian rusak berat 10.109, rusak sedang 6.161 unit rumah, dan rusak ringan 26.160 unit.

BNPB juga melaporkan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan dengan total 1.543 unit. Dengan rincian 672 fasilitas pendidikan, 728 unit rumah ibadah dan 143 fasilitas kesehatan.

Selanjutnya, juga dilaporkan sebanyak 134 gedung perkantoran rusak serta 441 unit jembatan rusak yang tersebar di sejumlah provinsi.

Terkait dampak bencana nonalam yakni pandemi COVID-19 yang ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional pada 13 April 2020. Hingga kini BNPB melaporkan 713.365 jiwa terkonfirmasi COVID-19.

Selanjutnya, 21.237 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 583.676 jiwa berhasil sembuh atau pulih.

Terakhir, jika melihat sebaran peta kejadian bencana alam, Pulau Sumatera mendominasi dari pulau lainnya yang diikuti Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan serta beberapa kejadian di Papua.(cak)