Anji Bicara Soal Obat Covid-19 Jadi Trending, Begini Respons Pakar Epidemiologi

  • Whatsapp
Anji Obat
Anji bersama Profesor Hadi Pranoto. (Instagram/@duniamanji)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Setelah beberapa waktu lalu sempat gegerkan media sosial karena perbedaan sudut pandang soal foto jurnalistik jenazah Covid-19, musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji kembali jadi perbincangan publik.

Kali ini, lewat akun Youtube-nya, Anji mengunggah konten perbincangan bersama seseorang yang mengaku pakar mikrobiologi bernama Profesor Hadi Pranoto. Dalam perbincangan tersebut, Hadi mengklaim telah menemukan obat atau ramuan herbal antibodi yang disebutnya sudah mengobati ribuan pasien Corona.

Baca Juga

Dalam unggahan Instagram pribadinya, Anji juga mengatakan akan memberi informasi lebih lanjut terkait obat herbal tersebut.

“Sudah banyak banget yang menghubungi saya melalui DM maupun tim, meminta obat ini. Sabar ya, dalam waktu seminggu ini saya akan berikan info di mana bisa mendapatkannya,” tulis Anji.

BACA JUGA: Klarifikasi Anji Soal Komentar Foto Jenazah Covid-19 Karya Joshua

Video ini pun mengundang reaksi beragam warganet. Mulai dari sumber temuan obat, hingga mempertanyakan si narasumber yang diundang Anji dalam videonya kali ini. Nama Anji pun seketika menjadi trending kembali di Twitter.

Pakar Sebut Tindakan Anji Bisa Merugikan

Dilansir dari detik.com, terkat hal ini, ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Anji ini bisa merugikan masyarakat. Menurutnya, identitas narasumber yang diundang tidak meyakinkan.

“Dia maksudnya apa sih ya? Nggak ada yang tahu bahwa dia (narasumber) itu mikrobiologis. Itu merugikan masyarakat, masyarakat gampang sekali dibohongi oleh selebriti yang pengen populer,” tegas Pandu kepada detikcom, Minggu (2/8/2020).

Menurut Pandu, jika hal seperti yang dilakukan Anji dibiarkan terus-menerus terjadi, masyarakat juga akan terus dibohong-bohongi soal virus Corona ini. Masyarakat pun akan semakin bingung menyikapi pandemi ini.

“Ya kalau ini dibiarkan terus, masyarakat akan dibohong-bohongi terus,” ujar Pandu.

BACA JUGA: Soal Anji vs Karya Joshua Irwandi, Ini Pandangan Bea Wiharta-Former Fotogafer Reuters

Dampaknya, menurut Pandu, masyarakat bakal semakin tidak patuh. Misalnya tidak mau pakai masker dan menganggap masker menghalangi kebebasan, lalu tidak mengikuti anjuran pemerintah.

“Iya jadi tidak peduli,” tegasnya.

“Jadi sudah waktunya orang-orang yang menyebarkan berita bohong itu ditindak tegas, termasuk Anji,” pungkasnya.(lna)

Post Terkait

banner 468x60