Ahmad Bukhari, Maju sebagai Calon Ketua Cabang PMII Kota Malang, Seperti Apa Sepak Terjangnya?

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang sedang melaksanakan konferensi cabang (konfercab). Berbagai agenda kegiatan, seperti laporan pertangung jawaban (LPJ) hingga pemilihan calon ketua yang akan menahkodai kepengurusan hingga 1 tahun ke depan.

Ahmad Bukhari, ia menjadi salah satu dari 2 kandidat yang akan memimpin PMII Kota Malang 1 tahun ke depan.

Sebelum mencalonkan sebagai ketua cabang, berbagai pengalaman memimpin organisasi pernah ia rasakan.

Ia pernah memimpin herarki d isetiap level PMII di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Di level rayon atau tataran fakultas, Bukhari pernah menjadi Ketua Rayon PMII Fakultas Ekonomi Moch Hatta.

Tak cukup di situ, ia oleh kader-kader PMII lainnya kemudian dipercaya untuk menahkodai PMII di tingkat universitas atau disebut Komisariat Sunan Ampel.

Dalam kepengurusannya ia tercatat getol untuk menyuarakan kepentingan mahasiswa.

Terutama terkait mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial, ia dengan kepengurusannya tak segan mengkritik pimpinan universitas hingga menggalang dana untuk membantu mahasiswa yang secara ekonomi di bawah rata-rata agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

Saat dihubungi nusadaily, Ahmad Bukhari mengaku bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai salah satu kader PMII untuk menjadi kader yang bermanfaat bagi mahasiswa lain. Terlepas mahasiswa lain tersebut kader PMII atau bukan.

Siap Implementasikan Nilai-Nilai PMII

“Itu sudah menjadi kewajiban seluruh kader PMII, termasuk saya yang alhamdulillah pada saat itu diamanahkan menjadi ketua komisariat. Saya mencoba untuk mengimplementasikan nilai-nilai PMII agar bermanfaat untuk seluruh mahasiswa bahkan selain kader PMII sekalipun,” ucapnya Senin, (19/04/2021).

Ia juga menambahkan bahwa ia selalu terbiasa untuk menyelesaikan apa yang ia mulai. Baik dalam keputusan di kehidupan pribadinya ataupun dalam memimpin organisasi.

“Sebagai kader PMII saya selalu mencoba bertanggung jawab dalam setiap kepusan, baik pribadi terlebih keputusan organisasi. Saya selalu berikhtiar menyelesaikan segala sesuatu yang saya mulai,” pungkasnya.

Hal tersebut diamini oleh kader-kader PMII lainnya. Seperti kesaksian Agus Nurhasan, salah satu kader PMII yang pernah dipimpin Ahmad Bukhari. Ia menyebut Bukhari sapaan akrabnya, selalu menyelesaikan program yang telah direncanakan.

“Benar, Bukhari sepengalaman saya yang pernah dipimpinnya ia selalu menyelsaikan segala program yang sudah direncanakan. Salah satunya ia pernah mengkritik keras pimpinan universitas dan menyelesaikan hingga tuntas mulai dari advokasi, aksi hingga duduk bersama mencari solusi,” ujar Agus kepada nusadaily Senin, 17/04/2021.

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Kader PMII Kota Malang

Perihal visi dan misinya dalam kontestasi ini, Ahmad Bukhari mengatakan salah satu prorgramnya ia akan meningkatkan mutu kualitas dan kuantitas kader PMII Kota Malang.

Melalui program standarisasi kaderisasi berbentuk rapor yang memuat nilai-nilai secara ideologis, gerakan dan keagamaan.

Harapannya ke depan dengan adanya rapor ini adanya penyetaraan kualitas kader di setiap komisariat yang ada dengan tidak mengenyampingkan tradisi san kultur lokal yang ada di masing-masing komisariat.

“Adanya rapor kaderisasi ini harapanya tidak ada ketimpangan kualitas kader antara satu komisariat dan komisariat yang lainnya. Yang perlu digarisbawahi bahwa program ini tidak akan menghilangkan kultur san tradisi asli di setiap komisariat,” tutupnya.(nd3/aka)