Muslim Wajib Tahu! Ini Dalil Tentang Tingkatan Surga dan Neraka

Surga dan neraka adalah hunian manusia setelah diadili atas apa yang diperbuat di muka bumi. Ganjaran yang setimpal juga akan didapatkan oleh manusia dari Allah SWT

Apr 10, 2023 - 03:00
Muslim Wajib Tahu! Ini Dalil Tentang Tingkatan Surga dan Neraka
Ilustrasi surga dan neraka

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Surga dan neraka adalah hunian manusia setelah diadili atas apa yang diperbuat di muka bumi. Ganjaran yang setimpal juga akan didapatkan oleh manusia dari Allah SWT.

Keberadaan surga dan neraka ini terdapat pada beberapa firman Allah SWT dalam Al-Qur'an.

Salah satunya dalam surah Az Zumar ayat 73, Allah SWT berfirman mengenai keberadaan surga,

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ

Artinya: "Orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya diantar ke dalam surga secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana dan pintu-pintunya telah dibuka, para penjaganya berkata kepada mereka, "Salamu'alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu), berbahagialah kamu. Maka, masuklah ke dalamnya (untuk tinggal) selama-lamanya!"

Sedangkan dalil tentang neraka yaitu Al-Qur'an surah An Nisa ayat 145 yang berbunyi,

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu (ditempatkan) pada tingkat paling bawah dari neraka. Kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka."

Selanjutnya, terdapat tingkatan surga dan neraka yang dalam pembuataannya, dirancang khusus oleh Allah SWT sesuai dengan karakteristik penghuninya. Keterangan mengenai perihal ini adalah sebagai berikut.

Tingkatan Surga
Dalam sebuah riwayat yang mengisahkan Rasulullah SAW saat itu bersabda,

"Sesungguhnya di surga itu terdapat 100 tingkatan yang telah disediakan Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya sama dengan jarak antara langit dan bumi. Oleh karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus. Firdaus merupakan tingkatan yang paling baik dan paling luhur. Di atasnya adalah Arasy Ar-Rahman. Dari sinilah sungai-sungai mengalir." (HR Bukhari)

Di dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW juga menjelaskan mengenai tingkatan surga berdasarkan tingkatan atau derajat penghuninya. Sebagaimana Abu Sa'id Al-Khudri menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya para penghuni surga akan saling lihat dengan orang-orang yang tinggal di tempat-tempat yang berada di atas tempat tinggal mereka. Hal ini tak ubahnya seperti mereka melihat sebuah bintang yang bercahaya terang dan jauh di ufuk timur atau barat. Ini disebabkan adanya perbedaan tingkatan di antara mereka." (HR Bukhari dan Muslim)

Mengutip dari Buku Reuni Ahli Surga karya Ahmad Ani Al-Musabbih, dijelaskan bahwa kedua hadits di atas sangat jelas menerangkan bahwa Allah SWT telah menciptakan surga secara bertingkat-tingkat. Adapun maksud dari tingkatan surga tersebut adalah bahwa kenikmatan yang akan dicapai oleh orang-orang saleh itu sesuai dengan kenikmatan dalam berjuang ketika di dunia.

Tingkatan Neraka
Dijelaskan melalui berbagai keterangan bahwa neraka itu bertingkat-tingkat, sebagaimana surga juga bertingkat-tingkat. Masing-masing orang akan memperoleh derajat atau tingkat itu, sesuai dengan amal perbuatan mereka termasuk dosa dan kejahatan yang mereka lakukan selama di dunia.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT setelah menyebutkan penghuni surga dan neraka akan mendapatkan dari apa yang mereka perbuat. Allah SWT berfirman dalam surah Al An'am ayat 132,

وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْاۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: "Masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."

Disebutkan dalam Kitab An-Nar Ahwaluha wa 'Adzabuha karya Mahir Ahmad Ash-Syufiy yang diterjemahkan oleh Badruddin dkk, Abdurrahman bin Zaid bin menerangkan bahwa, "Tingkatan surga itu ke atas, sedangkan tingkatan neraka itu ke bawah."

Allah SWT berfirman dalam surah Al Hijr ayat 44,

لَهَا سَبْعَةُ اَبْوَابٍۗ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُوْمٌ

Artinya: "Ia (Jahanam) mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka."

Mahir Ahmad Ash-Syufiy turut menukil pendapat Ibnu Abi Ad-Dunya yang mengatakan bahwa yang dimaksud dari ayat (mempunyai tujuh pintu) dalam surah Al Hijr ayat 44 tersebut adalah neraka terdiri atas tujuh tingkatan.

Menurut Ibnu Abbas, mereka yang layak itu ditempatkan di dalam neraka paling bawah dan dikumpulkan bersama orang-orang kafir yang memperolok-olok Islam dan pemeluknya. Lalu, ia juga berkata bahwa tingkatan neraka itu ke bawah, sedangkan tingkatan surga ke atas.

Dalam sebagian kitab orang-orang salaf, disebutkan bahwa nama-nama tingkatan neraka tersebut adalah: jahanam, lazha, huthamah, saʻir, saqar, jahim, dan hawiyah.

Orang-orang yang akan berada pada tingkat pertama, orang-orang kafir, baik Yahudi maupun Nasrani berada pada tingkat kedua dan ketiga, orang-orang Shabi-un (kaum Saba') berada pada tingkat keempat, orang-orang Majusi berada pada tingkat kelima, dan orang-orang musyrik Arab berada pada tingkat keenam, sedangkan orang-orang munafik berada pada tingkat yang paling bawah, yaitu tingkat ketujuh.

Wallahu a'lam.(eky)