Misteri Kematian Pemuda Ponorogo Terungkap, Bukan Karena Lakalantas

May 21, 2024 - 20:37
Misteri Kematian Pemuda Ponorogo Terungkap, Bukan Karena Lakalantas
Polisi lakukan pembongkaran makam korban pembunuhan yang direkayasa korban lakalantas tunggal. Nusadaily/ Istimewa.

Ponorogo, Nusadaily.com - Satuan Reskrim Polres Ponorogo berhasil mengungkap kasus kematian Jiono (23), warga Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, yang dikabarkan meninggal akibat kecelakaan tunggal pada 6 April 2024. Terungkap, kematian Jiono adalah rekayasa keji oleh 5 orang temannya sendiri.

Kasus ini bermula dari keraguan keluarga Jiono terhadap penyebab kematiannya. Melihat kejanggalan pada tubuh Jiono saat dimakamkan, mereka melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Kemarin kami mengamankan 5 orang terduga pelaku pembunuhan Jiono," kata AKP Ryo Perdana, Kasat Reskrim Polres Ponorogo, Selasa (21/5/2024).

Untuk melengkapi bukti, dilakukan pembongkaran makam Jiono bersama Tim Forensik dari RS Bhayangkara Kediri. 

"Dan benar, tim menemukan luka-luka diduga akibat kekerasan benda tumpul pada tubuhnya," jelas Ryo.

"Peristiwa pembunuhan ini berawal saat Jiono dan 5 temannya berinisial SU(30), AS(24), MK (29), GF (16), dan DN (34), menggelar pesta miras di area persawahan desa setempat," beber Ryo.

Di tengah pesta, Jiono terlibat cekcok dengan salah satu pelaku yang berujung pada penganiayaan hingga tewas. 

"Para pelaku kemudian merekayasa kematiannya dengan mengatakan jika kematian korban akibat alami kecelakaan tunggal," imbuh Ryo.

Kegigihan keluarga dan kejelian pihak kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Kelima pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 dan 38 KUHP tentang penganiayaan dan rekayasa kecelakaan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kejadian, selalu ada kebenaran yang menunggu untuk terungkap. Kejelian dan kegigihan pihak keluarga dan kepolisian dalam mencari keadilan patut diapresiasi. (nto).